Beranda Analisa Forex Dollar Tertekan Laju Agresif FED

Dollar Tertekan Laju Agresif FED

515
0
Stack of money in US dollars in cash in hundred dollar bills

Dolar AS tertekan pada Senin langkah agresif dari Federal Reserve semalam buat mencoba dan menopang ekonomi AS, karena coronavirus mengganggu aktivitas global semakin pada.

EUR/USD memasuki sesi perdagangan pada posisi 1,1166, bergerak naik 0,6%. Indeks Dolar AS, yang mengamati greenback terhadap enam mata uang pesaingnya, berdiri pada posisi 98,177, menurun ke 0,7%.

USD/JPY menurun 1,3% menjadi 106,56, setelah BoJ terus bertahan dengan jumlah suku bunga tidak berubah namun meningkatkan pembelian asetnya, interim GBP/USD dalam perdagangan pada 1,2329, bergerak naik sebesar 0,4%.

Penyebaran global dari coronavirus sudah mengguncang pasar dalam beberapa minggu terakhir, mengakibatkan volatilitas meningkat dan mendukung jumlah pelarian ke beberapa aset terbaik.

Dolar AS telah sebagai keliru satu penerima manfaat primer dari langkah ini, dibantu oleh suku bunga yang nisbi tinggi dan pertumbuhan ekonomi.

Tetapi, Federal Reserve mengurangi suku bunga mendekati nol pada hari Minggu dan mengumumkan pembelian obligasi akbar-besaran, menambah iring-iringan stimulus yang disediakan pihak bank sentral dan pemerintah di semua dunia.

Tindakan ini sendiri kemungkinan tidak akan menyelamatkan ekonomi AS dari resesi, namun itu akan meringankan dan  mengurangi risiko menurut ketegangan keuangan yang bisa menciptakan pertumbuhan dan prospek pekerjaan jauh, jauh lebih buruk, tegas James Knightly, Kepala Ekonom Internasional di ING .

Krisis pasokan di bidag manufaktur, kepanikan di sektor keuangan, dan jatuhnya perjalanan penerbangan, menginap di hotel, dan kegiatan rekreasi menciptakan kita sanggup melihat kontra tindakan dalam 3 bulan berdasarkan skala yang dicapai selama puncak krisis keuangan, terutama menggunakan prospek beberapa kuncian kota.

Knighltly mengungkapkan ING sekarang berharap penurunan tahunan sebanyak 8 lam PDB AS pada kuartal ke2.

Bandingkan menggunakan penurunan 8,4 4,4% dalam kuartal terakhir 2008 dan kuartal pertama 2009.

Meringankan suara yang lemah pada hari Senin merupakan catatan penelitian sang Morgan Stanley NYSE: MS, merekomendasikan jumlah penjualan greenback, yang dilaunching sebelum tindakan terkini The Fed.

Kami mash berharap pelemahan mata uang dolar AS lebih lanjut, didorong sang kombinasi yang saling terkait menurut stimulus militan Fed dan kenaikan risiko taktis, tegas mereka. DXY bisa mencapai target , jika tidak menembus, posisi 95.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses