Dolar AS mulai masuk di session perdagangan Asia, Kamis 11/Mei/2017 siang ini sesudah meraih high delapan minggu pada Yen. USD/JPY diperdagangkan di angka 114. 14 yen, sesudah menghuni level 114. 37, paling tinggi mulai sejak tanggal 15 Maret. Sedang EUR/JPY pada perdagangkan di level 124. 102, masih tetap di level tinggi mulai sejak tanggal 24 April.
Di session perdagangan sebelumnya, Yen memperoleh kemampuan sesudah Presiden AS Donald Trump mendadak memecat Direktur Badan Investigasi AS, FBI, James Comey. Hal semacam itu membuat kecemasan investor bakal terlambat program kenaikan pajak yang direncakan Trump.
Dipecatnya Comey diprediksikan tidak bakal bikin panasnya politik AS mereda demikian saja. Menurut berita yang ditulis oleh Reuters, satu hari sebelumnya dipecat, Comey menyebutkan dihadapan beberapa petinggi utama AS kalau ia sudah mengetahui beberapa nara sumber yang bisa menguatkan bukti ada kolusi pada Trump dengan Rusia sepanjang kampanye tahun lalu. selain dari itu, untuk bidang ekonomi, pasar meyakini 90% bakal kekuatan ekonomi Amerika. Hingga, The Fed bakal miliki argumen untuk menambah suku bunga referensi dalam rapat bulan depan. Investor bakal mencermati penuh fundamental ini.
“Optimisme mengenai ekonomi AS cukup kuat. Penurunan USD/JPY cukup terbatas, “tegas Masafumi Yamamoto, Ahli Forex dari Mizuho Securities Tokyo. ” Perkiraan saya untuk (USD/JPY) bulan Juni yaitu di angka 108, tetapi bakal naik ke level 115.”
Pelemahan Yen pada hari ini tak kronis, sebab pagi tadi, Jepang telah merilis data ekonomi Neraca Jalan (current account) yang surplus 2.91 triliun yen di bulan Maret, semakin besar daripada prediksi surplus 2.643 triliun yen. surplus itu di dukung solidnya pemasukan dari investasi-investasi di mancanegara. Keadaan itu menjaga trend yang telah berjalan sepanjang hampir dari tiga tahun terakhir.






