Harga minyak mentah terus bergerak naik lagi di Asia hari Kamis, bangun keuntungan pada perdagangan semalam menyusul laporan yang meyakinkan dari persediaan AS. Di New York Mercantile Exchange harga minyak mentah berjangka untuk pengiriman pada bulan Juni naik 0,49% jadi $47,56 per barel, sedangakn yang ada di London Intercontinental Exchange, Brent bergerak naik 0,44% berubah menjadi $50,44 per barel.
Semalam, minyak mentah berjangka bergerak naik lebih tinggi hari Rabu, karna investor terus menyambut baik laporan yang terbaru dari Energy Information Administration (EIA), melihat dari persediaan minyak mentah AS menurun lebih dari yang diprediksikan.
Harga minyak mentah melesat diatas $47 senderung menguat lebih tinggi, dikarenakan kegelisahan investor tentang kenaikan dari tingkat output minyak AS mereda, sesudah EIA mengungkap laporan persediaan bullish.
Untuk minggu yang selesai 3 Mei, AMDAL menyampaikan kalau persediaan minyak mentah menurun sebesar 5,25 juta barel, yang membingungkan ekspektasi dari hasil 1,79 juta barel. Disamping itu, persediaan bensin menurun cuma 0. 150 juta pada ekspektasi untuk draw sebesar 0,538 juta barel sesaat stock sulingan turun sebesar 1,6 juta barel, dibanding dengan ekspektasi penurunan 1 juta.
Laporan persediaan bullish, nampak satu hari sesudah harga minyak mentah turun 1%, sesudah EIA menambah prospek periode pendek untuk produksi minyak AS serta membuat revisi turun proyeksi untuk harga minyak. AMDAL menambah perkiraan produksi minyak AS jadi rata-rata 9,3 juta barel /hari (bpd) tahun 2017 serta 10 juta bpd tahun 2018 sesaat ia turunkan proyeksi harga minyak rata-rata pada tahun 2017 jadi $ 52,60 per barel untuk Brent serta $ 50,68 untuk WTI.
Ditempat lain, investor selalu memonitor komentar dari menteri daya, sesudah kepala minyak Saudi Khalid Al-Falih menyampaikan pada hari Senin, kalau dia “yakin kalau perjanjian itu bakal diperpanjang hingga paruh ke-2 th. serta mungkin saja diluar. ”
Harga minyak sudah menghapus kenaikan yang diraih mulai sejak November, saat OPEC serta produsen yang lain, termasuk juga Rusia, setuju untuk kurangi produksi sekitaran 1,8 juta barel/hari (bpd). OPEC diprediksikan bakal mengambil keputusan pembicaraan pada 25 Mei apakah bakal memperpanjang perjanjian sekarang ini untuk memangkas produksi selama enam bln. penambahan hingga akhir tahun.






