10 November 2025 – Dolar AS (USD) memulai minggu perdagangan baru dengan tekanan jual yang signifikan di sesi Asia, Senin pagi. Pelemahan ini merupakan kelanjutan sentimen negatif dari minggu lalu, yang dipicu oleh ketidakpastian politik dan ekonomi di Washington.
Pasangan mata uang EUR/USD terpantau diperdagangkan menguat secara solid di sekitar level 1.1558, level tertinggi barunya dalam beberapa minggu.
Dampak Isu Minggu Lalu: Shutdown dan Absennya NFP
Berbeda dari biasanya, fokus pasar minggu lalu bukan pada rilis data, melainkan pada absennya data kunci.
- US Government Shutdown: Penutupan sebagian layanan pemerintah AS yang masih berlangsung telah menjadi sentimen negatif utama. Pasar khawatir shutdown yang berkepanjangan akan menggerus pertumbuhan PDB AS di kuartal keempat.
- Data NFP Dibatalkan: Dampak paling langsung dari shutdown ini adalah konfirmasi dari Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) pada hari Jumat lalu (7/11) bahwa rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) bulan Oktober ditunda tanpa batas waktu.
Menurut analis dari FXStreet, “Absennya data NFP telah melumpuhkan Dolar. Tanpa data ekonomi utama untuk menopangnya, investor terpaksa fokus pada satu hal: kebuntuan politik di Washington. Ini adalah skenario bearish murni untuk USD.”
Kondisi Pair Populer (Harga Indikatif)
Pelemahan Dolar AS terlihat merata pagi ini:
- EUR/USD: Seperti disebut, diperdagangkan kuat di 1.1558.
- USD/JPY: Tekanan jual juga terlihat jelas, dengan pasangan ini turun ke area 145.75, karena investor juga mencari aset safe-haven Yen di tengah ketidakpastian AS.
- GBP/USD: Sterling ikut menguat, menembus level 1.2400 dan diperdagangkan di sekitar 1.2410.
- AUD/USD: Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko melonjak ke 0.6730, diuntungkan oleh mundurnya Dolar AS.
Proyeksi Tren ke Depan
Jangka Pendek (Minggu Ini):
Proyeksi tren untuk Dolar AS tetap bearish (cenderung melemah) selama isu shutdown belum terselesaikan.
- Fokus Utama: Pasar akan sangat “headline-driven”, artinya sangat sensitif terhadap berita apa pun dari Kongres AS mengenai potensi kesepakatan anggaran.
- Data Inflasi (CPI): Tanda tanya besar berikutnya adalah apakah data Inflasi (CPI) AS, yang dijadwalkan rilis minggu ini, akan bernasib sama dengan NFP (ditunda). Jika CPI juga ditunda, Dolar AS diprediksi akan semakin tertekan.
- Pandangan Analis: Pakar strategi pasar dari Reuters mencatat bahwa secara teknikal, EUR/USD kini telah mengkonfirmasi breakout di atas level resistensi kuat 1.1500. Selama harga bertahan di atas level ini, target selanjutnya berada di area 1.1600 hingga 1.1620






