Ringkasan USD Pagi ini
Pasar keuangan global memulai hari dengan sentimen risk-on yang kuat, didorong oleh dua faktor utama yang menekan Dolar AS secara signifikan.
Indeks Dolar AS (DXY) anjlok, diperdagangkan di bawah level psikologis 100. Pelemahan ini terjadi setelah muncul harapan kuat bahwa US government shutdown (penutupan pemerintahan AS) yang telah berlangsung selama 40 hari akan segera berakhir. Senat AS telah mengambil langkah voting penting untuk meloloskan anggaran sementara, dan Presiden Trump dilaporkan telah memberi sinyal dukungan.
Sentimen dovish terhadap The Fed semakin memperburuk keadaan USD. Data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu (menunjukkan pelemahan di pasar tenaga kerja dan sentimen konsumen yang rendah) telah meningkatkan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada pertemuan bulan Desember.
Pergerakan Aset Utama
- Emas (XAU/USD): Menjadi bintang utama. Kombinasi pelemahan USD dan ekspektasi suku bunga yang lebih rendah (membuat emas yang tidak berimbal hasil menjadi menarik) mengirim harga emas melonjak hampir 3% menembus $4.110 per ons, level tertinggi dalam dua pekan.
- Ekuitas (Saham): Optimisme ini memicu reli di Wall Street. S&P 500 ditutup naik 1,5% dan Nasdaq melonjak 2,2%.
- EUR/USD & GBP/USD: Kedua mata uang ini menguat terhadap Dolar. EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1.1555, sementara GBP/USD bertahan di dekat 1.3165.
- Mata Uang Berisiko (AUD): Dolar Australia (AUD) menguat (“berjaya”) seiring investor beralih ke aset yang dianggap lebih berisiko.
- USD/JPY: Ini menjadi pengecualian. Meskipun Dolar AS lemah secara global, Yen Jepang (JPY) jauh lebih lemah. Sentimen risk-on membuat investor menjual Yen (aset safe-haven), sehingga pasangan USD/JPY justru berhasil naik dan diperdagangkan di atas level 154.00.







