Beranda Analisa Forex USD/JPY Diprediksi Masuk Zona Merah

USD/JPY Diprediksi Masuk Zona Merah

497
0

Pasangan USD/JPY dalam perdagangan dalam volatilitas dan fluktuasi tajam sepanjang beberapa hari terakhir.

Dalam perdagangan hari ini 11/3 tak kalah luasnya antara high dalam 105.65 dan low pada 104.10. Volatilitas yang tinggi ini bahkan memicu kekhawatiran target kedepannya untuk intervensi mata uang dari BoJ.

Namun, dari beberaa pihak mengklaim USD/JPY permanen akan terus bergerak hingga ambang psikologis penting pada 100.00.

Memasuki perdagngan sesi pembuka pekan ini, Yen tergelincir ke posisi terkuat melawan Dolar AS dalam 11 tahun terakhir.

Menurunnya USD/JPY adalah efek menurut perang harga pada pasar komoditas yang melibatkan 2 negara pembuat minyak utama, Rusia dan Arab Saudi.

Keinginan aksi beli aset safe haven misalnya Yen semakin tinggi, sedangkan aktor pasar masih sedang berusaha melepas aset komoditas dengan cepat demi menjauhi risiko resesi dan market meltdown.

Dalam kondisi ini, pihak dari otoritas moneter Jepang melakukan intervensi buat mencegah kurs yang semakin mahal yang bisa berimbas tidak baik bagi persaingan yang ada di pasar internasional.

Namun, sejumlah analis mengklaim BoJ tidak akan bisa melakukannya. Pasar justru memperhitungkan beberapa peluang 49% untuk kurs Yen buat reli hingga mencapai 100.00 dalam 3 bulan ke depan.

Permintaan buat volume put menandakan trader yang masih memperkirakan jumlah volatilitas untuk tinggal beserta kita  mempromosikan Yen sebagai mata uang safe haven paling baik untuk kita, tegsa Chris Weston, Pasar tidak memandangnya sudah selesai an pergerakan merupakan skenario dasar-nya.

BoJ bisa melaksanakan hegemoni kurs berdasarkan mandat menurut kementrian. Akan tetapi, bank sentral yang dipimpin oleh Haruhiko Kuroda tersebut tercatat belum pernah lakukan intervensi semenjak November 2011 waktu kurs Yen ke ambang rekor tertinggi 75.35.

Intervensi tampaknya sulit buat diterapkan, kecuali kurs forex telah bergerak ke tingkat ekstrim, tutur Naohiko Baba dari Goldman Sachs Group Inc.

Dalam catatan yang dikutip oleh Bloomberg, Meskipun pemerintah Jepang dapat memilih intervensi menjadi penanggulangan gerakan forex yang volatile, persetujuan untuk langkah itu kemungkinan tidak mudah diperoleh menurut AS dan sejumlah negara lain.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses