Pasanganan GBP/USD meneruskan penurunan hingga lebih dari 0.3 % di posisi 1.2770an pada sesi awal perdagangan sesi Eropa hari ini 12/3.
Keputusan BoE untuk mengurangi suku bunga secara darurat masih jadi sentra keprihatinan aktor pasar, meskipun pemerintah Inggris sudah mengumumkan akan memberikn motivasi fiskal secara besar-besaran dalam jangka waktu yang dekat.
Rishi Sunak kemarin memberikan sebuah memeringatkan bahwa efek endemi virus Corona pada perekonomian Inggris yang akan lebih disignifikan.
Seiring dengan hal itu, ia memaparkan rencana anggaran belanja negara yang mencakup tambahan dana sebanyak 30 Miliar Pound, khusus buat menangani efek wabah virus Corona.
Anggaran jangka menengah yang juga mencakup dana lebih kurang 175 Miliar Pound buat dilepas bertahap pada kurun ketika 5 tahun mendatang.
Sejumlah analis mengklaim pengumuman yang masih menjadi penantian akan bisa memberkan dukungan perekonomian Inggris untuk kedepannya.
Laju dari Poundsterling dalam waktu dekat ini cenderung bearish terhadap mata uang USD, Yen, Euro. EUR/GBP bergerak naik ke posisi 0.5 % posisi atas 0.8800, sedangkan GBP/JPY harus anjlok sebesar 1 % menjadi 13249.
Pasalnya, aktor pasar belum bisa mengukur jangkauan endemi virus Corona dengan pasti. Inggris pula diperkirakan masih terus bergumul dengan efek samping ketidakpastian brexit sampai akhir tahun ini, selama perundingan dagang Inggris-Uni Eropa belum mendapatkan kesepakatan jelas.
Data GDP Inggris dalam perdagangan kemarin masih sangat mengecewakan. Sesuai keterangan UK Office for National Statistics, perkembangan GDP tahunan menurun dari 1.2 % ke 0.6 %.
Produksi industri semakin berkurang menjadi 0.1 % pada bulan Januari 2020. Sedangkan dari data produksi sektor manufaktur hanya berkembang menjadi 0.2 % pada periode yang sama.
Sesuai ekspektasi tetapi jumlah kenaikannya masih melambat sebesar 0.3 % yang tercatat dalam perdagangan pada bulan Desember 2019.
Terlepas berdasarkan itu, motivasi fiskal semakin berkembang opini jika kurs Pound akan segera pulih. Sebagaimana dirilis Phil McHugh, selaku pimpinan analis pasar di Currencies Direct.
Inggris akan memberikan respons yang lebih baik kredibel buat menghadapi imbas wabah virus Corona. Dalam jangka pendek, Pound akan menyambut baik ukuran dan jangkauan respons ini sebagai angin segar bagi pasar.
Terlepas berdasarkan ekspektasi dampak virus yang signifikan tapi temporer. Karena itu, kami memperkirakan Sterling terus mempertahankan kursnya untuk jangka pendek.






