Menurunnya GBP/USD mendadak terakselerasi dalam perdagangan sesi AS malam ini 12/3, sehabis sempat tertahan oleh pengumuman stimulus fiskal 2 sesi sebelumnya.
Saat warta ditulis, Cable telah amblas lebih dari 2 % ke posisi 1.2530-an. Pound pula bertekuk lutut lawan Yen Jepang dan Euro, seiring dengan jatuhnya aneka macam bursa saham dunia.
Pasar saham tergelincir lagi dalam perdagangan hari ini akibat kekecewaan pasar terhadap kebijakan perilaku terkini oleh Presiden AS Donald Trump tentang endemi virus Corona.
Dalam kebijakannya, Trump tidak menyinggung masalah dukungan tambahan untuk kebijakan kesehatan publik yang diharapkan oleh masyarakat.
Akibatnya, negeri adidaya itu dipercaya tidak siap dan kurang mampu menanggulangi wabah ini, sehingga menaikkan kekhawatiran pasar terhadap potensi impak domino-nya di banyak sekali kegiatan ekonomi internasional.
Saat berita ditulis, indeks FTSE 100 DAX sudah jatuh lebih menurut 6 %, sementara Dow Jones terguling lebih menurut 7 %.
Angka-nomor yang sangat bearish ini meyakinkan investor trader bahwa pasar keuangan sudah memasuki masa krisis yang belum bisa ditentukan jangka waktunya.
Amerika Serikat sangat tidak siap kemungkinan terbendungnya endemi virus Corona sudah lenyap kini , kata Bipan Rai menurut CIBC Capital Markets, Apa yang terjadi pada lingkup kredit sangat memprihatinkan.
Dan ini adalah simtom berdasarkan rantai pasokan yang sudah rusak secara global. Karenanya, rekomendasi kami tetap sama.
Tetap mempertahankan long JPY, CHF, pada pasangan mata uang cross khususnya versus mata uang komoditas misalnya CAD NOK.
Dalam kondisi ini, Poundsterling termasuk galat satu mata uang mayor yang terdampak paling dahsyat bersama Dolar Australia Dolar New Zealand.
Dolar Australia jatuh lebih berdasarkan 3 % ke posisi 0.6260-an terhadap Greenback. Sedangkan NZD/USD ambruk lebih menurut 2.6 % ke posisi 0.6100-an.
Sebagian akbar kurs Sterling ditopang sang arus modal asing. London merupakan pusat keuangan dunia, sehingga Pound menjadi destinasi investor.
Namun, perubahan kondisi kini membuat aktor pasar melepas asa pemulihan apa pun dalam jangka pendek. Selaras menggunakan perkiraan itu, Sterling dicampakkan.






