Pasangan mata uang USD/CHF sudah melesat cepat ke rekor paling tinggi 8 bulan pada range 0.9390 semenjak awalnya tahun sampai perdagangan sesion New York ini hari 25/3/2021.
Meskipun begitu, bank sentra Swiss Swiss National Bank/SNB putuskan untuk selalu menjaga peraturan interferensi mata uangnya untuk menahan animo CHF kembali di tengah-tengah rapuhnya ekonomi karena wabah COVID-19.
Di pertemuan peraturan ini hari, SNB menjaga suku bunga pada rekor paling rendah -0.75 %.
Keputusan itu sesuai harapan beberapa ekonom. Ketika yang serupa, bank sentra yang dipegang oleh Thomas Jordan itu mengatakan terus akan menjaga peraturan interferensi mata uangnya yang polemis dengan argumen nilai gantinya masih terlampau kuat.
Wabah virus Corona terus berpengaruh jelek untuk ekonomi, ungkapkan SNB dalam pengakuannya, Lepas dari pelemahan akhir-akhir ini, Franc Swiss masih berharga tinggi sekali.
Swiss sebagai negara exportir bermacam produk dimulai dari kopi dan beberapa obat sampai minyak wangi, jam tangan, dan permesinan.
Penguatan nilai tukar CHF mempunyai potensi menggerogoti daya saing produk export Swiss, karena harga akan menjadi lebih mahal dibandingkan beberapa kompetitornya yang mempunyai nilai ganti lebih kurang kuat. Ini mendasari peraturan interferensi mata uang SNB.
SNB sudah menggulirkan dana 110 miliar franc seputar USD117 miliar untuk interferensi mata uang sepanjang tahun kemarin. Itu sebagai jumlah interferensi mata uang SNB paling besar semenjak tahun 2012.
Cara SNB tidak lepas dari pengamatan pasar. Kewenangan Amerika Serikat bahkan juga memasangkan cap manipulator mata uang di bulan Desember 2020.
SNB menolak dakwaan Amerika Serikat. Mereka mengakui jika kecilnya pasar obligasi lokal jadikan interferensi mata uang sebagai alat paling efisien buat batasi pengokohan mata uangnya dan menahan deflasi.
Bank sentra mengatakan jika pergerakan interferensi telah lebih lamban semenjak awalnya tahun, karena franc sudah terdepresiasi pada dolar AS dan euro.
Dalam peluang yang serupa, SNB menjelaskan prediksi perkembangan ekonominya yang sedikit lebih bagus dibandingkan prediksi awalnya.
Perkembangan GDP masih diprediksi naik seputar 2.5-3.0 % untuk tahun 2021, tapi outlook inflasi 2021 dan 2022 dikoreksi naik.
Reli USD Didukung Sentimen Risk-off dan Prospect Ekonomi Kinclong
Index dolar AS DXY kuat kembali seputar 0.3 % ke range 92.80 dalam perdagangan hari Kamis ini 25/3/2021 karena ramainya sentimen risk-off di pasar global.
Prediksi ekonomi AS yang berkilau juga mempunyai potensi terus menyokong greenback di depan, terutamanya dibandingkan beberapa negara yang bekerja medioker dalam hadapi wabah COVID-19.






