Kontrak berjangka minyak AS, WTI, untuk bulan Mei roboh ke kawasan negatif untuk kali pertamanya dalam riwayat, sampai $40, keruntuhan sampai lebih dari 300%.
Kedukaan akan keinginan global yang dilakukan oleh kritis coronavirus memberatkan harga minyak sesaat minimnya sarana penyimpanan minyak jadi besar desakan turun.
Untuk mengakibatkan beberapa investor bergegas mengincar matauang cadangan dunia, USD, untuk tempat paling akhir yang sangat aman.
Korea Utara
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un diberitakan ada pada kondisi darurat sesudah melalui pembedahan jantung.
Kecemasan akan kritis di Korea Utara memberi dorongan yang lain pada dolar AS.
Ketakutan akan rusaknya ekonomi Uni Eropa.
Sesaat situasi kesehatan lebih baik di Eropa, akibatnya karena lockdown mulai mengonsumsi korban. Bank of Spain memprediksi GDP akan jatuh sekitar 2 digit di tahun ini serta turisme akan kembali lagi aktif di tahun 2021.
Perpecahan di Uni Eropa.
Itali, Perancis, Spanyol serta beberapa negara yang lain tuntut untuk dikeluarkan obligasi Eropa bersama-sama sesaat beberapa negara yang lain yang dipimpin oleh Jerman menampik ide ini.
Kanselir Jerman Angela Merkel sudah mengulang penolakannya di hari Senin. Belanda menampik. Ini memberatkan euro.
Data AS
Laporan makro ekonomi AS yang keluar pada pekan kemarin mencemaskan beberapa investor serta dengan begitu menggerakkan dolar AS naik.
Dukungan paling dekat menanti di 1.0810 yang jika sukses dilalui akan lanjut ke 1.0770 dan 1.0640. Sedang resistance paling dekat menanti di 1.0900 yang jika sukses dilalui akan lanjut ke 1.0930 dan 1.0955.






