Dolar Amerika Serikat AS naik di titik paling tinggi dua minggu pada beberapa mata uang di hari Selasa sebab beberapa investor tinggalkan asset beresiko ditengah-tengah pengurangan harga minyak yang lemahkan keinginan.
Indeks Mata Uang Dolar AS, yang menghitung kemampuan greenback pada enam mata uang penting yang lain, bergerak 0, 24% tambah tinggi ke 100, 19. Indeks sampai titik paling tinggi dua minggu di 100, 48 diawalnya session.
Minyak mentah berjangka AS geser ke daerah negatif untuk kali pertamanya di hari Senin.
Sebab pengurangan tajam dalam pemakaian bahan bakar global sebab epidemi coronavirus membuat kelebihan suplai serta kekurangan kemampuan penyimpanan.
Penutupan pabrik serta limitasi perjalanan yang diresmikan untuk perlambat pergerakan infeksi novel coronavirus sudah menyebabkan jatuhnya harga minyak.
Keadaan ini memaksakan beberapa investor menarik uang dari mata uang komoditas serta asset beresiko yang lain ke asset safe-haven berdenominasi dolar.
Mata uang yang berkaitan minyak seperti krona Norwegia serta dolar Kanada ialah mata uang bekerja terjelek di hari Selasa, dengan krona Swedia, yang paling peka pada kestabilan ekonomi global.
Kemerosotan harga minyak tempo hari membuat beberapa investor ketakutan, serta sesaat beberapa ekonomi mulai buka diri datang dari penutupan lockdown.
Supaya keadaan berangsur kembali pada situasi normal jelas akan memerlukan waktu yang lama.
Greenback naik di titik paling tinggi sebulan dekat pada krona Norwegia sebelum usai tambah tinggi 1, 68%. Pada dolar Kanada, dolar AS naik 0, 21%. Dolar AS usai 0, 81% tambah tinggi pada krona Swedia.
Waktu ekonomi berupaya hidup kembali lagi, akan memerlukan waktu lumayan lama buat keinginan untuk menghisap suplai minyak. Sampai ini teratasi, pasar tak perlu kaget lihat kekurangan penambahan.
Selain itu euro 0, 04% lebih rendah pada dolar AS walau survey yang dikeluarkan di hari Selasa yang memperlihatkan situasi hati antara investor Jerman lebih baik pada bulan April sebab kecemasan mengenai efek epidemi pada ekonomi paling besar Eropa nampaknya sudah menyusut.
Beberapa aktor pasar akan memantau hasil pertemuan pucuk Uni Eropa akhir minggu ini mengenai bagaimana Uni Eropa akan berusaha untuk mengatasi pukulan pada ekonomi dari epidemi COVID-19.
Kemampuan dolar AS jatuhkan pound sterling Inggris ke level paling rendah dua minggu, sebab beberapa investor melepas asset Inggris untuk kumpulkan uang tunai buat tutupi kerugian karena jatuhnya harga minyak.
Sterling paling akhir turun 1, 17% pada dolar AS.






