Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Tidak Yakin Masalah Brexit, Pounds Tertekan

Tidak Yakin Masalah Brexit, Pounds Tertekan

804
0

Pasangan GBP/USD terdaftar bergerak naik tipis ke posisi 1.2772 pada session Eropa hari Rabu 9/1, tapi masih tetap di bayang-bayang candle yang menandai posisi perdagangan kemarin.

 

Pengakuan paling baru dari salah satunya petinggi tinggi menunjukkan kecilnya kesempatan akan lolosnya persetujuan Brexit yang diserahkan PM Theresa May di Parlemen Inggris, hingga turut mendesak Poundsterling.

 

Theresa May sudah berkali-kali mewanti-wanti beberapa anggota parlemen jika mereka tidak melepaskan persetujuan Brexit yang diajukannya, jadi tidak akan ada kesepakatan mengundurkan diri dengan Uni Eropa.

 

Intimidasi itu semakin menggaungkan gemanya mendekati voting yang akan diselenggarakan pada 15 Januari yang akan datang berkaitan permasalahan ini.

 

Dalam satu interviu dengan BBC Radio,David Lidington menjelaskan, Saya duga penduduk Inggris tidak akan diuntungkan dengan fantasi mengenai persetujuan pilihan yang ajaib, yang entahlah bagaimana akan muncul demikian saja di Brussels. Persetujuan yang berada di meja sekarang ini sudah menyertakan beberapa konsesi susah dari kedua pihak.

 

Beberapa skenario pilihan seperti referendum Brexit ke-2 serta mundurnya Inggris dari Uni Eropa tiada persetujuan spesifik No Deal Brexit semakin naik daun dalam beberapa minggu paling akhir.

 

Permasalahannya, Uni Eropa sudah menyatakan jika mereka tidak ingin meningkatkan konsesi yang dikasihkan buat Inggris mendekati deadline Brexit tanggal 29 Maret yang akan datang. Akan tetapi, pihak pemerintah Inggris sekarang ini dibawah PM May nampaknya malas meniti skenario-skenario pilihan itu.

 

Selain itu, Pounds bergumul dalam gerakan sideways lawan Euro yang tengah dibelit beberapa dilema masalah perkembangan ekonomi lokasi. Tempat EUR/GBP ini hari hampir flat di posisi 0.8992, masih tetap di seputar range perdagangan yang sama semenjak pertengahan Desember kemarin.

 

Euro tertekan sesudah data output industri Jerman yang launching tempo hari tunjukkan penurunan tiga bulan berturut-turut, hingga menggarisbawahi kecemasan tentang perlambatan ekonomi Zone Euro.

 

Beberapa analis mensinyalir jika penurunan keinginan global serta perseteruan dagang yang dipacu AS sudah berimbas pada berkurangnya pesanan buat beberapa exportir Jerman.

 

Walau sebenarnya, bulan Desember kemarin, European Central Bank barusan akan memutuskan untuk hentikan perluasan stimulus moneter dengan harapan perekonomian sudah sembuh.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses