Poundsterling kuat lebih dari 0.30 % ke atas posisi psikologis 1.3000 pada Dolar AS pada perdagangan hari Jumat 25/1 serta cetak posisi paling tinggi semenjak 8 November 2018.
Sesudah muncul berita masalah meningkatnya suport buat perancangan persetujuan Brexit paling baru yang diatur oleh Theresa May. Pasangan mata uang GBP/JPY juga melompat lebih dari 0.50 % ke posisi 143.90, menyikapi berita itu.
DUP (Democratic Unionist Party) yang memutuskan dengan pribadi untuk memberi dukungan persetujuan Brexit-nya Theresa May minggu kedepan waktu dia menegaskannya, dalam satu terobosan besar buat No.10 tempat tinggal theresa May, DUP sekarang bersedia terima jalan keluar backstop seandainya ada batas waktu dengan khusus.
DUP ialah salah satunya partai lokal Irlandia Utara yang masuk dalam konsolidasi pemerintahan Theresa May bersama dengan partai Konservatif yang kuasai sebagian besar kursi di parlemen Inggris.
Suport DUP diduga akan mengundang simpati penambahan dari beberapa anggota partai Konservatif yang menentang PM May pada gelaran voting persetujuan Brexit sebelumnya.
Searah dengan keinginan politis itu, muncul optimisme jika perancangan persetujuan Brexit paling baru yang akan dikatakan PM May pada 29 Januari yang akan datang, akan mendapatkan nada tambah tinggi dibanding voting sebelumnya, atau bahkan juga sukses disahkan.
Bahkan juga, Michael McCarthy dari CMC Markets menjelaskan pada Reuters, Jika berita ini benar, saya memprediksi Sterling akan reli sampai 1.32 pada Dolar. Satu breakout teknikal ke 1.38 pun mungkin berlangsung.
Meskipun begitu, berita ini dipandang seperti isu oleh beberapa aktor pasar, sebab belumlah ada pengakuan sah dari pihak DUP ataupun PM Theresa May.
Diluar itu, pimpinan negosiator Brexit dari Uni Eropa, Michel Barnier, sempat juga seringkali menyatakan keengganannya menyepakati batas waktu buat Backstop Rencana yang sedianya diinginkan DUP cuma akan jadi jalan keluar sesaat buat permasalahan perbatasan Irlandia saja.
Dalam pandangan Uni Eropa, jalan keluar backstop yang mewajibkan Irlandia Utara ada dalam lokasi pabean tunggal dapat diresmikan sampai waktu yang tidak hanya terbatas, baik dengan terpisah atau bersama lokasi Inggris yang lain keseluruhannya.
Akan tetapi, grup pro-Brexit dalam parlemen Inggris menampik bila Inggris keseluruhannya mesti masih masuk dengan pabean tunggal Uni Eropa sesudah Brexit, sesaat PM May pun menampik bila cuma Irlandia Utara saja yang masuk pabean tunggal sebab meneror kedaulatan Inggris atas lokasi itu.
Dalam kata lainnya, walau DUP memberi konsesi baru, stakeholder yang lain dalam permasalahan ini belumlah pasti menyetujuinya.






