Pasangan GBP/USD cetak rekor paling rendah baru dekat 1.2605 dalam perdagangan hari Kamis 23/5, jadi akibatnya karena semakin ruwetnya perpolitikan Inggris.
Poundsterling roboh vs Yen Jepang ke tempat paling rendah semenjak pertengahan Januari lalu pada posisi 138.93. EUR/GBP juga naik 0.13 % ke posisi 0.8795, walau keadaan Euro tidak sempurna sebab tengah dibebani rumor pemilu parlemen.
Semenjak kemarin, sudah tersebar isu jika pentolan partai Konservatif tengah menekan Pertama Menteri Theresa May supaya mengundurkan diri selekasnya mungkin.
Ini hari, ada laporan jika dia mungkin saja akan menginformasikan pengunduran diri pada tanggal 24 Mei, atau persisnya hari Jumat esok pagi.
Theresa May direncanakan akan menginformasikan kepergiannya dari tempat tinggal Pertama Menteri di Downing Street No.10 keesokan hari, sesudah kabinet menteri menentang gagasan brexitnya, demikian diadukan oleh Francis Elliot, editor politik pada media paling tua Inggris, The Times.
Menurut Elliot, May pada akhirnya bersedia mengundurkan diri, sesudah menteri-menterinya sendiri turut menyanggah kemauannya untuk membuat referendum brexit ke-2.
Tempo hari malam, pimpinan House of Commons, Andrea Leadsom, mengatakan pengunduran dianya dari kabinet. Faktanya, dia sedih pada koreksi paling baru May untuk draft persetujuan Brexit.
Menurut dia, dimasukkannya klausa tentang penyediaan referendum brexit ke-2 ialah aksi yang salah. Bukan Leadsom saja yang memiliki pendapat demikian, sebab beberapa anggota kabinet lain diberitakan sudah bersilat lidah dengan May tentang rumor yang sama.
Pound Inggris selalu ada dibawah desakan di tengan ketidakpastian politik domestik. Semalam, Andrea Leadsom jadi menteri kesekian yang mengundurkan diri dari pemerintahan.
GBP/USD serta GBP/EUR semasing bergerak ke arah 1.26 serta 1.13, kata Hann-Ju Ho, seseorang analis dari Lloyd Bank. Selain itu, Simon Harvey dari Monex Europe memandang jika Poundsterling dibebani oleh pemilu parlemen Uni Eropa yang tengah berjalan.
Tuturnya, May peluang cuma bisa bersikeras sampai Jumat bersamaan GBP mencapai jalan pelemahan. Begitu mustahil buat May untuk bertahan partai Konservatif harus membuat perubahan kepemimpinan berjalan lancar untuk jaga pencitraan.
Tetapi retorika tentang perubahan anggota parlemen Uni Eropa yang lebih Eurosceptic adalah kunci penggerak Pound dalam 2 bulan mendatang.






