Mata uang Euro turun seputar 0.4 % ke 1.1110 pada Dolar AS pada awal session New York ini hari 23/5. Tidak hanya sebab jeleknya data Purchasing Managers’ Index PMI yang launching ini hari, Euro dibayang-bayangi oleh prospek hasil pemilu Uni Eropa yang kurang enak.
Kegelisahan investor menggerakkan pengungsian dana dari aset-aset berdenominasi Euro ke asset yang lebih aman, seperti obligasi, Dolar AS, Yen Jepang, serta Franc Swiss.
Laporan preliminer yang launching instansi analisa Markit Economics pada session Eropa tunjukkan berlanjutnya perlambatan ekonomi di bidang manufaktur serta layanan seantero Zone Euro.
PMI untuk bidang manufaktur terguling dari 47.9 jadi 47.7, walau sebenarnya awalnya diinginkan lebih baik ke 48.1. Selain itu, bidang layanan yang dipandang tanggung juga alami perlambatan dengan score indeks lengser dari 52.8 jadi 52.5.
Keseluruhannya, PMI Komposit Zone Euro cuma naik tipis dari 51.5 jadi 51.6 untuk bulan Mei, meleset dari harapan awal yang dibanderol pada 51.7. Penambahan tipis itu juga seutuhnya adalah andil bidang layanan, sedang iklim usaha manufaktur selalu tersendat-sendat.
Dalam notulen rapat kebijaksanaan yang launching beberapa saat lalu, bank sentra Eropa European Central Bank/ECB mengatakan masih optimistis jika perkembangan ekonomi akan bangun pada semester ke-2 tahun ini.
Tetapi, mereka mengaku jika kepercayaan mereka sudah dikit alami penurunan serta ada semakin banyak peluang yang dapat berlangsung di waktu depan.
Pandangan beberapa petinggi ECB itu menunjukkan jika bank sentra peluang akan selalu memperlancar kebijaksanaan moneter longgar sampai waktu yang belum dipastikan.
Tidak cuma ketidakpastian perkembangan ekonomi yang memberatkan Euro sekarang ini, tetapi intimidasi destabilisasi politik.
Masalahnya dalam pemilu parlemen yang mulai diadakan ini hari serta akan selesai di hari Minggu, warga Uni Eropa direncanakan akan memberikan semakin banyak suara buat partai-partai anti-Uni Eropa Eurosceptic.
Efek kemenangan tim anti-Uni Eropa ini punya potensi selalu memberatkan Euro vs mata uang safe haven sampai akhir minggu. Meskipun begitu, Euro condong unggul vs Poundsterling, sebab ketegangan politik Inggris yang relatif lebih ruwet.
Prospek kemenangan partai-partai Eurosceptic dalam pemilu parlemen Uni Eropa di kuatirkan akan meneror arah perubahan proses brexit.






