Index dollar AS DXY naik sampai capai rekor paling tinggi baru tahun ini pada tingkat 96.93.
Launching notula pertemuan FOMC pada sesion New York 24/11/2021 memperlihatkan jika beberapa petinggi The Fed siap untuk percepat pergerakan tapering di tengah-tengah kenaikan inflasi yang makin tinggi.
Simpulan itu makin tingkatkan keinginan untuk peningkatan suku bunga The Fed yang bisa lebih cepat juga, hingga semakin mengorbitkan greenback di pasar forex.
Tapering The Fed Bisa Dipercepat Dollar Semakin Kuat
Rapat FOMC di tanggal 3 November 2021 sudah umumkan untuk menjaga suku bunga The Fed pada waktu 0%-0.25%
Mulai memotong pembelian obligasi bulanannya yang sekarang ini bertaraf USD120 miliar dengan penutunan setahap sebesar USD15 miliar /bulan.
Persisnya, pembelian obligasi Treasury bulanan dikurangkan USD10 miliar dan pembelian obligasi beragun hipotek dikurangkan USD5 miliar awal bulan ini.
Notula pertemuan yang di-launching semalam ungkap perincian yang bersuara lebih hawkish.
Beberapa peserta rapat mereferensikan untuk kurangi pergerakan pembelian asset sebesar lebih dari USD15 miliar /bulan bisa dilaksanakan.
Supaya komite ada pada status yang lebih bagus untuk sesuaikan waktu suku bunga sesudahnya, terutamanya dengan menimbang inflasi sekarang ini.
Muatan notula itu sesuai dengan pengakuan beberapa petinggi The Fed belakangan ini. Presiden The Fed San Fransisco, Mary Daly, kemarin menjelaskan jika dia bisa menyaksikan argumen untuk percepat tapering.
Dan Wakil Ketua The Fed Richard Clarida minggu kemarin mengutarakan jika pergerakan tapering akan masuk ke jadwal rapat FOMC pada 14-15 Desember kedepan.
Beberapa peserta rapat FOMC setuju jika akhir tapering yang kemungkinan terjadi pada tengah tahun 2022.
Tidak secara automatis bersambung dengan peningkatan suku bunga. Tetapi, harapan untuk peningkatan suku bunga yang bisa lebih cepat masih tetap memacu euforia di kelompok aktor pasar.
Aktor pasar sekarang ini mempertimbangkan peningkatan suku bunga The Fed untuk pertamanya kali pasca-pandemi akan terjadi pada Juni 2022. Dan peningkatan suku bunga ke-2 kemungkinan terjadi pada November.
Launching data index harga Berbelanja Konsumsi Individual PCE terkini memberikan dukungan harapan itu.
Pergerakan rekomendasi inflasi The Fed itu bertambah 0.6% Month-over-Month pada Oktober 2021.
Angka itu lebih rendah dibandingkan harapan yang dibanderol pada 0.7%, tapi semakin tinggi dibandingkankan peningkatan 0.4% pada era sebelumnya.







