Poundsterling menurun 1 % sampai sampai posisi paling rendah semenjak bulan Maret 2017 versi Dolar AS. Waktu berita dicatat, GBP/USD masih diperjualbelikan dekat catatan terendahnya pada posisi 1.2241.
EUR/GBP melompat hampir 1 % ke posisi 0.9081, sedang GBP/JPY menurun lebih dari 1 % ke posisi 133.20. Pemicunya ialah prospek No-Deal Brexit yang tiba-tiba melompat.
Beberapa menteri dalam kabinet PM Boris Johnson mengutarakan jika mereka memperoleh instruksi untuk menyiapkan keluarnya Inggris dari Uni Eropa tanpa ada persetujuan apa pun.
Pertama Menteri Boris Johnson menjelaskan pada wartawan jika hanya satu langkah untuk menghindarkan No-Deal Brexit hanya bila Uni Eropa bersedia membuat suatu persetujuan baru untuk Withdrawal Agreement. Gara-gara pengakuan itu, kemungkinan berlangsungnya No-Deal Brexit makin bertambah.
Apa yang kami kehendaki ialah membuat kerja sama baru dengan bawa semuanya yang penting buat kami, share kerja sama dalam pertahanan, dalam keamanan, dalam intelijen, budaya, kerjasama ilmiah, semuanya yang Anda harap.
Pada pokok dari semuanya ialah satu kerja sama perdagangan bebas baru yang sangat mungkin kita untuk menggantikan kendali biaya kami serta peraturan kami serta lakukan semuanya dengan berlainan seperti keinginan kami, kata Johnson.
Kondisi semakin lebih buruk , sesudah Michel Gove, satu diantara petinggi dalam kabinet Johnson, menjelaskan pada akhir minggu jika faksinya kerja dengan anggapan jika No Deal Brexit akan berlangsung pada deadline tanggal 31 Oktober 2019.
Tidak tertinggal, Menteri Luar Negeri Dominic Raab mengaku jika No-Deal Brexit adalah hasil yang paling mungkin berlangsung dalam ketidakpastian sekarang.
Runtutan pengakuan itu jadi headline berita-berita internasional, hingga aktor pasar cepat-cepat mempertimbangkan prospek bearish Poundsterling yang semakin besar.
Emmanuel Ng, seseorang analis dari OCBC Singapura, memandang jika kesempatan kenaikan buat Poundsterling sangat kecil sebab sikap Boris Johnson serta kurangnya prospek kenaikan suku bunga BoE.
Selain itu, Adam Cole dari RBC Capital Markets memiliki pendapat, Komentar menteri kabinet Gove pada akhir minggu jika pemerintah bekerja dengan anggapan ‘No-Deal’ kelihatannya benar-benar jauh berlainan dengan pernyataan peluang ‘No-Deal’ sejuta banding satu yang dikatakan oleh PM Johnson waktu kampanye.







