Untuk trader forex, beberapa alur harga Reversal (Reversal Pattern) seperti alur Double Top, Double Bottom atau Head And Shoulder, seringkali dipakai jadi tips untuk ketahui kapan harga juga akan berbalik arah.
Tetapi sesungguhnya, ada alur harga beda yang dapat juga digunakan dalam mendeteksi Reversal, umpamanya alur harga Rounding Bottom. Dari kilasannya, alur ini dapat menangkap kesempatan trading untungkan sepanjang pasar alami penurunan.
Tidak tanggung-tanggung, alur harga Rounding Bottom menjanjikan potensi memperoleh keuntungan besar kurun waktu singkat.
Apa Itu Alur Harga Rounding Bottom?

Seperti biasanya alur harga Reversal, alur harga Rounding Bottom yaitu formasi batang-batang Candlestick yang memberikan indikasi potensi besar kalau harga juga akan berbalik arah. Dengan visual, alur harga Rounding Bottom terlihat seperti mangkok atau lengkungan pada lingkaran.
Lengkungan pada alur harga Rounding Bottom memerlukan saat relatif lama untuk terjadi. Makin tinggi Timeframe makin lama juga trader mesti menanti agar alur harga Reversal itu terjadi.
alur harga rounding bottom pada chart EUR/USD
Cermati Pair EUR/USD dengan Timeframe H4 diatas. Lengkungan terjadi dari beberapa ratus candlestick yang berjalan sepanjang 30 hari. Lengkungan mulai terjadi waktu harga mulai alami penurunan, lantas bergerak mendatar (berkonsolidasi) dibagian bawah lengkungan.
langkah menarik neckline pada alur harga rounding bottom

Sesudah harga alami penurunan untuk membuat 1/2 dari rentang lengkungan, jadi selanjutnya harga juga akan berbalik arah. Arah tren juga akan berbalik saat ujung bawah (Low) Candlestick menyentuh basic lengkungan (lingkaran hijau). Trader bisa menyiapkan tempat long (beli) saat tren selalu mendaki dari basic lengkungan lantas menembus Neckline. Diikuti dengan Breakout pada lingkaran merah.
Pemilihan letak garis batas Neckline berbentuk relatif subyektif. Biasanya, Neckline ditempatkan di dekat harga teratas atau Swing High pada awal lengkungan.
Makin dekat Neckline dengan basic Lengkungan, jadi makin cepat juga tanda Buy pada Breakout juga akan keluar. Begitu halnya resikonya yang makin kecil. Sayangnya, akurasi serta sasaran keuntungannya jadi makin alami penurunan.
Karena memiliki bentuk yang melengkung, Alur harga Rounding Bottom nyaris sama dengan alur harga Cup & Handle. Bedanya cuma terdapat di bagian Handle-nya saja. Pada alur Cup & Handle, harga juga akan terkoreksi pada ujung lengkungan lantas membuat Channel.
Lalu, harga bisa Breakout ke atas atau ke bawah. Sedang pada alur harga Rounding Bottom, tak ada sisi Handle, karena harga tidak alami koreksi pada ujung lengkungan. Harga cuma juga akan bergerak mendaki lantas menembus Neckline.
Alur harga Rounding Bottom juga mempunyai macam beda yakni alur Rounding Top. Apabila alur Rounding Bottom memberikan indikasi pembalikan arah tren ke atas, jadi Rounding Top memberikan indikasi demikian sebaliknya. Anda bisa memakai macam Bearish ini untuk buka tempat Short (jual) waktu harga breakout ke bawah menembus Neckline.
contoh alur harga rounding top
Prinsipnya nyaris sama juga dengan alur harga Rounding Bottom. Bedanya cuma terdapat di peletakan lengkungan yang membusur ke atas di sekitaran harga tinggi Candlestick. Neckline ada di dekat Swing Low atau nilai Low pada awal lengkungan.
Taktik Trading Alur Harga Rounding Bottom
Alur harga Rounding Bottom relatif tidak sering diketemukan pada keadaan pasar normal. Terkecuali memerlukan saat yang lama, alur harga Reversal ini sering beralih jadi alur harga beda, umpamanya Head and Shoulder atau Cup & Handle. Walau demikian, trader masih tetap dapat memperoleh faedah praktis dari tanda trading alur harga Rounding Bottom.







