Beranda Analisa Forex RBA Stagnan, Yen dan Dolar Australia Terpuruk

RBA Stagnan, Yen dan Dolar Australia Terpuruk

828
0

Dalam sesi perdagangan pasar uang Asia Pasifik sampai mendekati siang di hari Selasa ini, pada umumnya dolar AS semakin memberi tekanannya pada mata uang paling utama Asia Pasifik, walau suku bunga dari bank sentral Australia tidak diubah hari ini.

 

Sewaktu pasar keuangan China yang ditutup, membuat dolar AS dengan kata lain greenback masih tetap membuat mata uang paling utama Asia seperti yen, yuan serta dolar Australia yang tidak mampu untuk bergerak ke zona positif. USDJPY untuk sementara ada di level 113,17 dimana pada sesi penutupan perdagangan sebelumnya ada di level 112,75.

 

Untuk mata uang Australia, AUDUSD untuk sesaat ada di level 0,7797 di banding penutupan perdagangan sebelumnya ada di level 0,7824. Untuk mata uang China, yuan/USDCNY, untuk sekarang ini masih mampu bergerak di level 6,6808 setelah dalam perdagangan sesi pagi tadi ditutup berada di level 6,6725.

 

Pada perdagangan pagi tadi, keluar deretan laporan ekonomi pihak Jepang serta Australia yang mewakili arus dari perkembangan ekonominya atau catatan dari PDB serta inflasi atau CPI. pasca analisa tankan kemarin yang keluar serta terus tidak dapat menekan dolar AS, kesempatan ini yen hingga saat ini masih berada di bawah pada greenback sesudah semalam dari laporan data ISM manufaktur AS masih tercatat menajdi terbaik dalam jangka waktu 13 tahun kemarin.

 

Membaiknya laporan dari AS itu semakin menghidupkan rasa serta perhatian investor kalau suku bunga The Fed memang masih tetap di jalur kenaikannya dalam akhir tahun ini bahkan tiga kali dalam tahun depan. Penghambat dari melonjaknya suku bunga The Fed memang hingga saat ini masih belum juga muncul, terlebih konsentrasi kerja The Fed yang juga akan mulai kurangi defisit neracanya semakin membuat yakin diri untuk bank sentral AS itu kalau keadaan ekonominya tambah baik dibanding negara-negara beda termasuk juga dengan China serta Jepang.

 

Sedangkan Yen sendiri saat ini berada di ujung tanduk ketika waktu sudah dekat dengan penyelenggaraan pemilu, dimana Goldman Sachs mengharapkan supaya Gubernur Tokyo Yuriko Koike bisa menaklukkan Shinzo Abe hingga ada perubahan pemerintahan Jepang hingga yen dapat kembali menguat.

 

Dari perdagangan sebelumnya, kondisi panas itu disebabkan semakin memanasnya perang Korea Utara vs AS, yang membuat Shinzo Abe sudah memberhentikan aktifittas Majelis Rendah Jepang di minggu lalu serta pemilu Jepang yang akan berlangsung pada bulan ini, dimana PM Shinzo Abe mesti menyiapkan pemerintahannya dan ekonominya yang lebih kuat dalam hadapi berbagai ancaman perang AS vs Korea itu.

 

Melemahnya yen sendiri masih tetap dikategorikan pada kondisi yang normal saja dengan terus bertahan diatas level ¥109 serta berada di kisaran level ¥113. dari kondisi RBA yang masih mampu untuk bertahan pada suku bunga 1,5%, jadi semakin mendekati titik keseimbangan pada suku bunga The Fed yang diprediksi akan semakin naik ke 1,5% pada perdagangan di bulan Desember yang akan datang. Dengan hal tersebut bahwa posisi overvalued dari dolar Australia semakin terkurangi di bulan Desember nanti.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses