Beranda Berita EUR/USD Konsolidasi Imbas Konflik Timur Tengah yang Picu Sentimen Risk-Off (13/07/2026)

EUR/USD Konsolidasi Imbas Konflik Timur Tengah yang Picu Sentimen Risk-Off (13/07/2026)

1
0
USD, EUR/USD

idnfx (13/07/2026) – Ekspektasi pasar terhadap narasi higher-for-longer dari The Fed menjaga posisi USD (DXY) tetap stabil. Selain itu, rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat dan testimoni Ketua The Fed, Kevin Warsh membuat sebagian besar likuiditas saat ini masih tertahan.

Secara struktural, DXY masih kuat bertahan di kisaran 101.0, menjaga dominasi Greenback di atas level psikologis 100. Hal ini memberikan tekanan konstan pada mayoritas mata uang rivalnya.

EUR/USD: Terjebak di Area Konsolidasi

Pergerakan EUR/USD hari ini cenderung ranging, tertahan di sekitar level 1.1408 setelah mengalami rejection pada sesi sebelumnya. Dari perspektif market structure, pasangan mata uang ini sedang menyeimbangkan harga antara zona penawaran dan permintaan.

  • Area Premium: Momentum bullish tertahan kuat di bawah 1.1425. Terdapat supply zone utama dan resistensi yang sangat solid menanti di kisaran 1.1450 – 1.1470.
  • Area Discount: Untuk skenario penurunan, pasar saat ini membidik penumpukan likuiditas (liquidity pool) terdekat di 1.1380.

Support struktural kunci saat ini berada di level 1.1360. Jika struktur ini berhasil di-break dengan volume yang valid, probabilitas harga akan terseret lebih dalam menuju target likuiditas berikutnya di area 1.1280.

USD/JPY: Yen Gagal Tarik Arus Safe-Haven

Anomali terjadi pada pasangan USD/JPY. Kendati sentimen risk-off global sedang tinggi dan pasar saham terkoreksi, Yen Jepang gagal menarik arus modal safe-haven. USD/JPY justru melanjutkan reli hingga menyentuh level 162.05, mendekati rekor tertingginya. Pelemahan Yen ini dipicu oleh proyeksi bahwa bank sentral dan dana pensiun negara Jepang belum akan merombak alokasi aset mereka dalam waktu dekat.

Kesimpulan

Pasar saat ini bergerak sangat teknikal di tengah bayang-bayang ketidakpastian fundamental. Para trader disarankan untuk memantau reaksi harga pada area premium dan discount kunci, serta mengelola risiko secara ketat menjelang rilis data inflasi AS besok.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.

idnfx

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses