Dolar Kanada dalam pekan ini masih berada ada dibawah tekanan pergerakan dolar AS. Dolar Kanada yang gagal untuk bergerakn naik dalam greenback meski dari data laporan bidang manufaktur masih terlihat tambah baik dalam bulan September.
Sedangkan dari situasi Indeks Manajer Pembelian Manufaktur/ PMI dari Markit Kanada yang terus bergerak naik menjadi 55 dari data sebelumnya berada di 54,6 untuk bulan Agustus. Setelah dirilis 30 menit yang lalu, PMI AS pada Institute for Suplai Management yang terus bergerkan naik ke 60,8, laju data tersebut termasuk paling cepat untuk 13 tahun.
Kondisi sinyal utama itu berhasil mensuposrt dolar AS dikarenakan arus dari pertumbuhan yang saat ini semakin kuat kondisi tersebut akan berpenagruh pada kenaikan suku bunga untuk yang ke-3 dari data Federal Reserve.
Memasuki putaran ke-3 dalam perundingan NAFTA yang berlangsung di Ottawa dalam pekan kemarin, pihak AS kembali merubah jadwal untuk perdagangan pada penjualan wine Kanada yang sudah tersebar di berbagai toko eceran.
Pihak Departemen Perdagangan AS yang memberikan kejutan dengan menaikkan tarif sebesar 200 % khsusus untuk penjualan pesawat dengan jenis jet Bombardier CSeries yang di produksi Kanada. Alasan dari tindakan AS itu yang membuat terkikis berbagai kesempatan dan segera menyelsaikan negosiasi NAFTA dalam tahun ini.
Pihak AS serta Meksiko sesungguhnya menginginkan supaya negosiasi pakta perdagangan itu bisa terselesaikan pada tahun 2018 hal itu disebabkandalam tahun akan ada pemilihan presiden di Meksiko.
Namun dolar Kanada yang memperoleh sedikit dukungan dari harga minyak untuk hari Senin kemarin. Namun harga minyak turun sebesar 2 % dari data laporan output yang saat ini lebih tinggi dari data Irak bahkan dengan Libya yang seiring dengan memulihnya produksi dari sejumlah pengebor serta membaiknya kilang penyulingan AS saat terjadi terjangan badai tropis.
Laporan MetaTrader yang sedang digunakan tim FS88 Research Division sudah memerlihatkan pasangan untuk mata uang loonie/greenback yang berakhir dengan naik sebesar 0,24 %, ditutup pada level $1,2506, pasca mata uang AS terapresiasi yang disebabkan meningkatnya harapan pasar terhadap langkah kenaikan dari suku bunga The Fed ketiga dalam tahun ini.






