Pasangan AUD/USD bergerak naik tipis sebesar 0.4 % ke rata-rata 0.7150-an dalam perdagangan session Eropa 4/8 berkenaan dengan pengakuan kebijaksanaan bank central Australia yang semakin optimis dibanding harapan pasar.
Aussie langsung kompak kuat versi beberapa mata uang mayor lain karena kepercayaan diri bank central itu, tapi beberapa analis mempunyai pandangan tidak sama.
Selesai rapat kebijaksanaan hari ini, Gubernur RBA Philip Lowe mengutarakan jika kontraksi ekonomi Australia tidak seburuk prediksi yang sebelumnya.
Dia memiliki pendapat pemulihan ekonomi telah mulai berjalan, meskipun beberapa negara sisi paling besar sangat terpaksa menetapkan lockdown lagi untuk membendung pandemi COVID-19.
Dalam kerangka itu, bank central putuskan untuk biarkan suku bunga serta sasaran yield obligasi tiga tahunan masih di tingkat 0.25 %.
Lowe mengaku jika penerapan lockdown di negara sisi Victoria, Queensland, serta New South Wales belakangan ini akan tingkatkan jumlah pengangguran, tapi memiliki pendapat semua keadaan yang diakibatkan oleh COVID-19 akan sembuh tahun kedepan.
Faksinya tetap akan menolong pemulihan dengan melakukan banyak kebijakan yang telah ditargetkan, dan memberikan tambahan interferensi baru bila dibutuhkan.
Pendapat Lowe terdengar semakin optimis dibanding harapan pasar yang sebelumnya. Meskipun beberapa ahli telah memprediksi suku bunga tidak akan dirubah, tapi outlook ekonomi Australia dipandang lebih buruk karena pengetatan lockdown Victoria mulai awal minggu ini sampai enam minggu ke depan.
Beberapa ahli menyorot bukti jika Lowe tidak menyentuh tema nilai tukar benar-benar.
Meskipun rata-rata bulanan A$TWI ada di tingkat paling tinggi dari sejak Januari 2019, RBA kembali tidak menjelaskan apa-apa mengenai nilai tukar.
Bukti jika AUD naik naik sesudah informasi ini menjadi tidak mengagetkan, serta kita dapat jadi melihat penguatan selanjutnya dalam perdagangan session Eropa, kata Robert Rennie.
AUD seharusnya masih dibatasi oleh 0.72 serta tertekan pada cross seperti pasangan EUR/AUD serta pasangan GBP/AUD.
Beberapa analis mensinyalir pandemi COVID-19 akan menjadi lagi batu sandungan buat pemulihan ekonomi Australia.
Masalahnya kenaikan jumlah masalah baru sudah memaksakan beberapa negara sisi menetapkan lockdown lagi lebih ketat.
Salah satunya lockdown paling high-profile di teritori Melbourne menyertakan jam malam serta penutupan usaha beberapa bagian non-esensial.






