DXY gagal menempati posisi 94.00 yang pernah didatangi dalam perdagangan session New York kemarin.
Posisinya mundur ke rata-rata 93.32 pada awal session Eropa hari ini 4/8 ditengah-tengah alotnya bahasan rangsangan fiskal penambahan di parlemen Amerika Serikat.
Bermacam mata uang mayor kembali kuat pada Greenback, terutamanya AUD/USD yang sukses naik 0.4 %.
Nilai tukar dollar AS terapresiasi pada session New York kemarin karena launching data Purchasing Managers’ Index capai rekor paling tinggi dalam 1.5 tahun paling akhir.
Tetapi aktor pasar nampaknya memerlukan validasi semakin kuat untuk mengusung kurs dollar AS keluar dari tenggang paling rendah multi-tahunnya.
Kita masih juga dalam satu keadaan dimana pasar ingin percaya pemulihan akan berlangsung, tapi masih cemas pada keadaan COVID-19, tega Moh Siong Sim.
Ketegangan fiskal di Amerika Serikat ialah titik uji selanjutnya untuk sentimen pasar, apabila mereka sukses capai setuju -yang keliatannya memungkinkan terjadi- hal tersebut dapat memberikan dukungan sentimen efek.
Beberapa wakil rakyat AS di parlemen terus berdialog dengan petinggi Gedung Putih sampai hari ini. Bantuan untuk pengangguran mencapai USD 600 per minggu yang lewat waktu minggu kemarin, terus jadi point yang sangat mengganjal.
Aktor pasar belum bisa pastikan apa sebatas kesepakatan budget rangsangan penambahan saja akan dapat gerakkan pasar, atau mungkin pasar cuma akan menyongsong baik rangsangan bertaraf besar.
Posisi long yang diperpanjang dengan cara historis pada Euro itu telah riskan revisi, tapi belumlah ada hal yang bisa menyebabkan pembalikan relevan sampai saat ini, tegas Terence Wu.
Kita masih lihat signal kabur mengenai kekuatan pembalikan dalam potensial dollar dengan cara luas.
Beberapa analis memperingatkan jika pemulihan score indeks PMI saja belum lumayan memadai untuk memverifikasi keberlanjutan pemulihan ekonomi AS.
Ditambah lagi jumlah masalah virus Corona di Amerika Serikat belum memperlihatkan pertanda pengurangan.
Pemulihan tidak bisa terakselerasi dengan virus belum teratasi dalam fragmen besar perekonomian global, tutur Alan Ruskin.
Kami memprediksi akan ada semakin banyak reaksi pada data bulan Agustus, sesudah bagian paling mudah dari kebangkitan setelah lockdown terlewati.






