Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Pound Tertahan Diposisi 1.30

Pound Tertahan Diposisi 1.30

604
0

Pasangan mata uang GBP/USD dalam perdagangan flat dalam tenggang waktu yang sempit berada di posisi 1.3048 pada perdagangan hari ini 12/8.

Laoran data GDP memasuki kuartal II lebih bagus dibandingkan harapan, tapi gagak mengangkat nilai tukar pound. Beberapa ahli memandang ada pertanyaan besar berkaitan lanjutan perkembangan ekonomi selama tersisa tahun ini.

Statistik GDP Inggris memperlihatkan jika perekonomian tertera -20.4 % memasuki tiga bulan dan akan berakhir pada bulan Juni.

Ini berarti Inggris telah sah masuk situasi krisis untuk kali pertamanya kurang lebih satu dasawarsa. Tetapi perlambatan GDP tahunan cuma mencapai -21.7 %, lebih bagus dibandingkan prediksi analis yang mencapai -22.4 %.

Beberapa data ekonomi Inggris lain yang diterbitkan hari ini semakin kuat memperlihatkan beberapa angka perkembangan bulanan yang lebih bagus dari harapan, walau masih minus dalam tahunan.

Produksi manufaktur sukses bertambah 11.0 %, sesaat produksi industri bergerak naik 9.3 % memasuki bulan Juni 2020.

Lepas dari pemulihan di beberapa bagian, bermacam laporan ini belum dapat mengangkat kepercayaan diri pasar. Permasalahannya, pemulihan sekarang ini masih digerakkan oleh rangsangan pemerintah.

Mengakibatkan pemulihan mempunyai potensi macet jika pemerintah akhirinya dalam beberapa waktu ke depan.

Dengan ketentuan jarak sosial dilonggarkan bulan kemarin, beberapa signal ke arah pada perekonomian Inggris memulai kuartal ke-3 dengan kuat, terlihat terhadap survey kesibukan usaha serta beberapa indikator berfrekuensi tinggi yang mengalami penguatan trend.

Ini seharusnya membuat krisis yang berlangsung pada paruh pertama tahun ini hanya berusia pendek, kata Nikesh Sawjani, seorang ekonom dari Lloyds Bank.

Tetapi Sawjani memberikan tambahan, Peluang Bank of England serta pemerintah Inggris tetap peka pada signal perlambatan pemulihan apa saja.

Oleh karenanya, ada peluang rangsangan diperpanjang, terutamanya dengan outlook yang masih belum aman oleh beberapa resiko termasuk yang mengambil sumber dari pasar tenaga kerja sesudah pemerintah akhiri pola tunjangan cuti serta beberapa hal yang terkait dengan peningkatan masalah COVID-19.

Pola tunjangan cuti dari pemerintah Inggris memberi bantuan untuk sejumlah perusahaan yang tidak mengeluarkan karyawannya dala waktu pandemi ini.

Bantuan itu dipakai oleh sejumlah perusahaan yang sangat terpaksa merumahkan karyawan untuk selalu bayar upah serta tunda PHK.

Tetapi pola itu direncanakan berakhir pada bulan Oktober 2020, sedang pemerintah belum mempunyai gagasan untuk memperpanjangnya benar-benar.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses