Indeks Dollar AS pernah naik pada session Asia karena dorongan peningkatan yield obligasi pemerintah. Tetapi, tempatnya roboh lebih dari 0.3 % ke rata-rata 93.27 memasuki awal session New York.
Greenback juga menurun pada sebagian besar mata uang mayor lain, khususnya Euro. Masalahnya peningkatan pergerakan inflasi AS dipandang kurang agresif untuk menggerakkan pemulihan ekonomi Amerika Serikat.
Perkembangan inflasi customer AS bertambah 0.6 % MoM memasuki bulan Juli 2020, semakin tinggi daripada perkiraan yang hanya sebesar 0.3 %.
Pergerakan inflasi customer pokok naik 0.6 % month-over-month semasa periode waktu yang serupa, cetak rekor paling tingginya semenjak Januari 1991.
Namun, beberapa angka ini masih belum mencapai tingkat pra-pandemi atau sasaran inflasi yang dipastikan oleh bank central.
Walau semakin kuat dibanding harapan, angka inflasi tersebut masih belum mencapai di bawah laporan yang disaksikan sebelum pandemi, kata Katherine Judge, seorang ekonom dari CIBC Capital Markets.
Dia menulis inflasi sebelum pandemi pernah capai 1.16 %, sedang sasaran inflasi Federal Reserve mencapai 2.0 %.
Judge memberikan tambahan, Dengan pemulihan di AS terlihatnya telah macet dengan kenaikan virus dalam bulan Agustus, desakan naik selanjutnya terhadap beberapa harga dapat jadi cukup terbatas.
Aktor pasar memperhatikan data inflasi, sebab umumnya bank central akan condong tingkatkan suku bunga dalam memberi respon peningkatan pergerakan inflasi.
Tetapi, peningkatan pergerakan inflasi kesempatan ini diprediksikan tidak akan memancing tanggapan semacam itu sebab bank central masih mengutamakan pemulihan ekonomi AS dari kritis karena pandemi COVID-19.
Salah satunya langkah untuk menggerakkan pemulihan dengan menjaga suku bunga super rendah serta mendesak yield obligasi pemerintah.
Elias Haddad dari Commonwealth BoA menjelaskan semakin jelas berkaitan resiko dari pergerakan inflasi yang lamban ini.
Tuturnya, Trend turun esensial dalam yield obligasi riil AS masih relatif aman, mengisyaratkan USD masih memiliki ruangan untuk turun lagi.
Kebijaksanaan Fed diprediksikan tetap benar-benar akomodatif sampai waktu lama, walau inflasi AS selanjutnya bergerak naik
The Fed tidak beresiko menggoyangkan pemulihan ekonomi AS serta akan biarkan inflasi melebihi sasarannya dahulu untuk melakukan perbaikan saat-saat inflasi rendah sekarang ini.
Oleh karenanya, yield obligasi riil AS mempunyai ruangan untuk turun lagi ke kawasan negatif.






