idnfx (20/10/2026) – Pound sterling menguat pada hari ini berkat penurunan tingkat pengangguran Inggris. Di sisi lain, kondisi pelemahan sentimen ekonomi Jerman, dan data perumahan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan. Perkembangan tersebut menjadi pijakan penting dalam menilai prospek kebijakan bank sentral dan arah pergerakan mata uang utama.
Pound Sterling Menguat Setelah Data Tenaga Kerja Inggris
Pound sterling menguat setelah data tenaga kerja Inggris menunjukkan penurunan tingkat pengangguran. Berdasarkan laporan Office for National Statistics (ONS), tingkat pengangguran turun menjadi 4,7% pada periode Juni–Agustus 2026, dari 4,9% pada periode sebelumnya.
Reuters melaporkan bahwa GBP/USD naik sekitar 0,3% hingga mencapai US$1,3343 dalam perdagangan Selasa. Data tersebut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Bank of England pada pertemuan November.
Meski demikian, kondisi pasar tenaga kerja belum sepenuhnya kuat. Jumlah lowongan kerja turun menjadi 691.000, sedangkan jumlah klaim pengangguran meningkat. Karena itu, perkembangan kebijakan suku bunga Inggris tetap bergantung pada data ekonomi berikutnya dan tekanan inflasi.
Sentimen Ekonomi Jerman Melemah, Euro Menghadapi Tekanan
Dari kawasan Eropa, indeks sentimen ekonomi ZEW Jerman turun menjadi 28,1 pada Oktober 2026, dari 34,7 pada bulan sebelumnya. Angka tersebut juga berada di bawah perkiraan pasar sebesar 30,2.
Indeks ZEW untuk kawasan euro turut melemah menjadi 18,5 dari 25,8. Data ini mengindikasikan penurunan optimisme investor terhadap prospek ekonomi kawasan tersebut.
Pelemahan sentimen ekonomi dapat membatasi penguatan euro, terutama apabila data berikutnya turut menunjukkan perlambatan aktivitas ekonomi. Namun, pergerakan EUR/USD tidak hanya ditentukan oleh kondisi Eropa, melainkan juga oleh perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter Amerika Serikat.
Data Perumahan AS Menambah Perhatian terhadap Dolar
Amerika Serikat juga menjadi sorotan setelah data penjualan rumah yang masih dalam proses (pending home sales) turun 7,3% secara bulanan pada September 2026. Hasil tersebut jauh lebih lemah daripada perkiraan penurunan 0,6% yang tercantum dalam kalender ekonomi Forex Factory.
Data ini menunjukkan pelemahan pada salah satu bagian pasar perumahan AS. Meski demikian, satu indikator saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa perekonomian Amerika Serikat sedang mengalami perlambatan secara menyeluruh.
Bagi trader forex, data ekonomi AS tetap penting karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve dan imbal hasil obligasi pemerintah. Respons dolar selanjutnya perlu dikonfirmasi melalui data inflasi, tenaga kerja, serta pernyataan pejabat bank sentral.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, data tenaga kerja Inggris, pelemahan sentimen ekonomi Jerman, dan data perumahan AS adalah katalis utama yang perlu diperhatikan.
Pound sterling memperoleh dukungan dari penurunan tingkat pengangguran Inggris, sementara euro menghadapi tantangan dari melemahnya sentimen ekonomi. Di sisi lain, data perumahan AS yang mengecewakan menambah bahan pertimbangan pasar dalam menilai prospek dolar.
Trader sebaiknya memantau rilis ekonomi berikutnya, ekspektasi suku bunga Bank of England dan Federal Reserve, serta konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil keputusan transaksi. Berita ekonomi dapat memengaruhi volatilitas pasar, tetapi tidak menjamin arah pergerakan pasangan mata uang tertentu.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.
– idnfx







