
Pasangan mata uang GBPUSD mundur dari bentang paling tinggi tiga bulannya pada range 1.3400.
Waktu masuk sesion New York hari ini, pound sudah terevisi sampai 1.3348 dan telah cetak rekor paling rendah harian pada 1.3311.
Keadaan ini terkait dengan kekesalan pasar pada kurangnya inovasi baru dalam pembicaraan dagang Inggris-Uni Eropa.
Team negosiator Inggris dan Uni Eropa akan kembali lagi mengadakan dialog bertemu muka di London di hari Sabtu esok dalam rencana menyelesaikan naskah persetujuan dagang pasca-brexit.
Namun, permasalahan akses penangkapan ikan ke perairan Inggris tetap jadi batu sandungan paling besar.
Laporan medium menjelaskan Uni Eropa sudah memberi penawaran untuk memberikan 15-18 % dari paket mereka sekarang ini ke Inggris.
Namun, Inggris nampaknya menolak penawaran itu. Keadaan itu memunculkan keraguan pada harapan setuju yang awalnya diinginkan bisa diraih minggu ini.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson barusan pagi sampaikan ke reporter jika masih ada ketidaksamaan yang signifikan dan penting untuk dijembatani dengan Uni Eropa, tiada merinci permasalahan apa yang diartikannya.
Meskipun begitu, ke-2 faksi kelihatannya masih menyilang opini dalam beberapa hal penting yang perlu teratasi saat sebelum akhir periode peralihan brexit pada 31 Desember kedepan.
Mangkirsi perkembangan apa saja dari meja pembicaraan mempunyai potensi memacu reli bearish pada poundsterling.
Seluruh alat dashboard periode pendek 1-3 bulan kami memberikan dukungan pemasaran GBP, tegas Mark McCormick dari TD Securities dalam satu catatan yang dikirimkannya ke client belakangan ini.
Kami anggap beberapa proses dari brexit tersebut telah diakui dalam kurs GBP sekarang ini. Kebalikannya, penghitungan kelancaran brexit kemungkinan terlalu berlebihan saat ini.
Lepas dari itu, respon pasar yang relatif berkurang ditengah-tengahketidakjelasan ini mengisyaratkan investor dan trader peluang telah makin santai hadapi resiko no-deal brexit. Beberapa aktor pasar masih percaya diri ke-2 tim akan capai persetujuan pada beberapa detik akhir.
Dengan pound alami pengokohan pada euro sepanjang beberapa bulan akhir, terang jika trader menginginkan inovasi pada beberapa detik akhir atau sudah ambil sikap lebih rileks pada apa yang dahulu digembar-gemborkan selaku skenario terjelek di tahun 2016, papar Joshua Mahony, riset pasar senior dari IG.





