Index dollar AS DXY konstan pada range 92.00 dalam perdagangan hari ini 27/11. Meskipun begitu, Greenback masih berkesempatan membulatkan pelemahan seminggu pada penutupan sesion New York yang akan datang..
Peningkatan ketertarikan resiko global sudah menggerakkan aktor pasar melepaskan USD untuk mengubah modalnya ke beberapa aset imbal hasil semakin tinggi.
Dollar Bikin Pelemahan Sepanjang Seminggu
Bursa Amerika Serikat memasuki sesi penutupan dalam rencana perayaan Thanksgiving hari ini, hingga perdagangan lintas asset relatif sepi.
Kalender pun tidak tampilkan agenda keluarkan data penting apa saja dari negara asal mata uang khusus lain.
Hari ini bisa menjadi hari tenang lain, dengan nyaris tidak ada katalis untuk gerakkan pasar. Tetapi dollar tertekan secara luas sebab tindakan jual bulan akhir, tegas Shihichiro Kadota.
Kurs Dollar AS pada sekumpulan mata uang yang lain diukur dengan DXY sudah tersuruk ke rekor paling rendah tiga bulan dalam 2 hari terakhir.
Berita mengenai perkembangan penelitian vaksin COVID-19 dari beberapa pabrikasi farmasi terkenal dunia seperti Pfizer dan Moderna memicu harapan perbaikan perekonomian global, sedang pergolakan politik AS mulai berkurang.
Riset memprediksi USD tetap tertekan dalam periode pendek. Meskipun begitu, ada peluang mata uang adidaya ini akan mendaki kembali pada periode menengah.
Saat menyaksikan pada bagaimana beberapa negara rebound pada kuartal Juli, Amerika Serikat tumbuh dan membuat rebound kuat.
Dalam satu skenario di mana vaksin ada secara setahap tahun depannya dan ekonomi normal kembali, AS peluang bisa menjadi salah satunya yang paling kuat antara beberapa negara maju.
Dan saya anggap itu akan membuat lingkungan yang memberikan keuntungan untuk dollar, papar Kadota. Saat itu, poundsterling jadi salah satu mata uang mayor yang menulis pelemahan harian versi USD.
Aktor pasar sempat menginginkan Inggris dan Uni Eropa untuk capai persetujuan dagang pasca-brexit dalam minggu ini, tapi perubahan masih kosong sampai mendekati akhir minggu karena beberapa rumor penting yang terus-terusan jadi batu sandungan. Akhirnya, Cable tidak berhasil menjaga rekor paling kuatnya semenjak September.






