Poundsterling belum juga tunjukkan kenaikan yang berarti pada Dolar AS, masuk sesion Eropa hari Senin 07 Agustus 2017 . Walau sebenarnya, Dolar AS yang menjulang pada akhir minggu lantas, sudah mulai mengendurkan kekuatannya sore hari ini berkenaan dengan penantian juga akan data CPI AS.
Sesuai keterangan dari data Consumer Spending Inggris kedapatan jeblok untuk ke-3 bulan berturut-turut sampai Juli. Menurut data yang dilaunching hari ini, Consumer Spending yang jadi salah satu motor penggerak perekonomian Inggris yang terus menurun melorot 0.8 % pada real terms untuk bulan Juli, dibanding dengan pencapaian dalam bulan Juli 2016.
Angka itu lebih rendah dari pada penurunan 0.2 % untuk bulan Juli serta Mei. Automatis, data yang dilaunching dari perusahaan payment raksasa dunia, Visa, itu mencatatkan rekor penurunan yang terpanjang mulai sejak bulan Februari 2013. ” Data itu sediakan bukti yang lebih mendalam kalau kenaikan harga serta perkembangan upah yang stagnan, beresiko pada tergencetnya kantong customer, ” tegas Kevin Jenkins, Direktur Manager Visa untuk lokasi Inggris serta Irlandia.
Lepas dari laporan itu, Poundsterling yang telah mencatatkan penurunan paling cepat untuk Dolar AS dalam lebih dari enam minggu pada hari Jumat kemarin. Apiknya data NFP AS, dengan kenaikan yang lebih dari harapan, buat Dolar AS tersokong. GBP/USD diperdagangkan pada angka 1.3048 sore hari ini, belum juga jauh dari level terendah 1.3023 yang tercapai akhir minggu.
Mencermati gerakan Poundsterling, analis dari Nomura, Jordan Roschester mengetakan kalau Sterling mulai tidak sangat peka pada perubahan Brexit. ” Poundsterling terus semakin kuat atau dapat juga disebutkan, Sterling mulai tutup telinga dalam merespon konflik dalam Brexit, ” tegas Roschester.
Menurut dia, pasar tengah over-bearish pada Inggris, namun paling tidak hingga suku bunga BoE betul-betul mulai dinaikkan, baik lewat komentar hawkish BoE maupun penurunan harapan inflasi. Terkecuali dikarenakan hal tersebut, Pound juga akan kurang kuat.






