Penurunan Pound sore hari ini berlangsung karena Dolar AS yang kembali menguat, sesudah ada berita kalau China juga akan selekasnya menginformasikan daftar bea import pada beberapa barang dari AS, jadi bentuk balasan dari kebijakan Trump.
Poundsterling menurun pada Dolar AS, dengan GBP/USD yang tergelincir dari angka 1. 4200 ke angka 1. 4162 pada hari Rabu sore hari ini. Poundsterling juga menurun pada Euro, dengan EUR/GBP yang diperjualbelikan di angka 0. 8749. Walau bernada bearish, Pound diprediksikan akan mengulang penguatan musiman dalam bulan April.
Minggu yang lalu, Pound melonjak sesudah Inggris sukses memperoleh kesepakatan dari Uni Eropa untuk mulai masa transisi 21 bulan pada 29 Maret 2019, berkenaan dengan resminya Inggris untuk hengkang dari keanggotaan Uni Eropa. Walau sekian, masalah mengenai perbatasan Inggris-Irlandia pada umumnya masih tetap menjumpai jalan buntu.
Sedang pada Euro, Pound diperjualbelikan dalam rentang yang sempit hari ini, walau ada tanda kalau persoalan perbatasan Inggris-Irlandia juga akan selekasnya teratasi kurun waktu dekat.
Pakar Prediksikan Bullish Pound Di Bulan April
Dari pengamatannya, Sharma menyebutkan kalau dalam 14 tahun paling akhir, GBP/USD senantiasa reli pada bulan April di setiap tahunnya. ” Gabungan moment dari akhir serta awal tahun pajak Inggris dan bulan yang perlu berkenaan dengan pembayaran dividen saham untuk perusahaan-perusahaan, buat bulan April jadi periode penguatan Poundsterling. ”
Paka taktik Bank of America Merrill Lynch Global Research memberikan proyeksinya terkait penguatan Poundsterling mendekati bulan April. ” Musim April sudah mendekat kembali pada Poundsterling. Mata uang itu juga akan relatif reli, tidak perduli apa pun yang berlangsung di bidang politik, ” kata Kamal Sharma, analis Bank of America Merrill Lynch Global Research di London.
Tidak cuma Sharma, analis Deutsche Bank yang awalannya bearish pada Pound saat ini berbalik bullish, intinya untuk pair EUR/GBP. Analis yang bernama Oliver Harvey itu mengasumsikan kalau di bulan April, Pound relatif bullish pada mata uang-mata uang mayor.






