Angka yang terwujud sore hari ini adalah angka rendah harian paling baru yang disebabkan oleh pembaruan ketertarikan beli trader pada Dolar AS. Ditambah lagi, kurangnya tindakan pada komoditas serta mundurnya Yield obligasi US Treasury, ikut berperan pada penurunan Dolar Australia.
Dolar Australia menurun di pembukaan session Eropa, Rabu sore hari ini. Pada Dolar AS, Dolar Australia diperjualbelikan pada kisaran 0. 7658, sesudah tidak berhasil meneruskan penguatan diatas angka 0. 77 pagi tadi.
Dari sisi mendasar, meredanya kecemasan global juga akan perang dagang dan perubahan geopolitik yang bagus dari Korea Utara, rupanya tetaplah gagal mendorong kepercayaan investor untuk kembali memburu aset-aset berisiko seperti Dolar Australia.
Pakar Forex Masih tetap Yakin Diri Untuk Buy Aussie
Sentimen penurunan mata uang yang sering dimaksud Aussie itu mak in jadi karena turunnya harga futures bijih besi serta beragam tindakan penghindaran resiko yang dikerjakan pasar.
Dolar Australia sudah membukukan perform yang jelek pada Dolar AS mulai sejak akhir Januari. Pasar takut untuk beli Dolar Australia karena data-data ekonomi yang tidak sesuai harapan, dan outlook suku bunga Bank Sentral Australia (RBA) yang di rasa tidak menarik karena peluang naik tahun ini begitu kecil.
” Baik di Asia pada bulan Februari, ataupun di Spanyol minggu yang lalu, saya masih tetap mengekspektasikan Dolar Asutralia untuk reli (dengan moderat). Tetapi, angka diatas 0. 77, masih tetap juga akan jadi uptrend periode panjang.
Penurunan yang sementara ini berlangsung karena lemahnya harga komoditas serta turunnya harapan kenaikan suku bunga RBA pada tahun 2018, ” kata Kit Juckes, pakar forex dari Societe Generale pada PoundsterlingLive kemarin. ” Dari sini, saya rasa cukup bagus untuk buy dengan stop di 0. 77, ” lanjut Juckes.
Meski tengah dalam keadaan bearish, Kit Juckes oleh Societe Generale menyebutkan kalau beli Dolar Australia di angka sekarang ini masih tetap adalah langkah yang bagus.






