Pound Inggris jatuh ke posisi paling rendah semenjak Oktober 2016 di hari Selasa ditengah-tengah ketidakpastian sebab investor menanti untuk lihat apa anggota parlemen dapat memblok gagasan Pertama Menteri Boris Johnson untuk memburu Brexit tanpa ada persetujuan.
Sterling turun 0,71% jadi 1,1979 perpanjang penurunan 0,85% di hari Senin.
Masa laporanng Selasa, anggota parlemen akan pilih pada gagasan untuk menggantikan jadwal parlemen di hari Rabu untuk coba menetapkan undang-undang yang akan memaksakan Johnson untuk cari penangguhan tiga bulan untuk keluar dari Uni Eropa Inggris.
Johnson sudah menerangkan jika pemerintah ditaklukkan, itu akan membuat pengambilan suara di hari Rabu untuk menyepakati penentuan awal, kemungkinan akan diselenggarakan pada 14 Oktober.
Tergantung pada perubahan selanjutnya dalam politik Inggris, pound dapat lihat pergerakan tajam pada sebuah atau dua minggu akan laporanng.
Kami fikir itu dapat jatuh ke serendah $ 1,13 bulan ini, kata Sumino Kamei, pakar taktik mata uang senior di MUFG Bank. Euro turun 0,2% ke posisi paling rendah dua tahun dekat 1,0942.
Euro sudah didesak lebih rendah oleh keinginan jika Bank Sentra Eropa akan memotong suku bunga selanjutnya ke daerah negatif minggu kedepan dengan perkembangan ekonomi labil ditengah-tengah perang perdagangan global serta bidang manufaktur Jerman telah dalam krisis.
Dalam eskalasi paling baru perang dagang, AS di hari Minggu mulai menetapkan biaya 15% untuk beberapa barang Tiongkok, serta China mulai kenakan bea baru pada minyak mentah AS.
Walau Presiden AS Donald Trump menjelaskan kedua pihak akan berjumpa untuk perbincangan akhir bulan ini, kemelut tunjukkan dikit sinyal berkurang.
Yuan China terlepas pantai turun ke rekor paling rendah 7,1975 per dolar pada Selasa pagi, sesaat dolar Australia naik 0,13% jadi 0,6719 sesudah Reserve Bank of Australia menjaga suku bunga ditahan tadi malam.
Tetapi, Aussie masih dalam sepelemparan batu dari paling rendah satu dekade $ 0,66775 hit bulan kemarin.






