Pasangan AUD/USD cetak rekor paling rendah satu pekan pada posisi 0.6687 memasuki perdagangan session Asia 3/9, karena publikasi laporan penjualan ritel yang meleset dari harapan.
Pengakuan kebijaksanaan bank sentra Australia RBA sukses mendongkraknya ke posisi 0.6728, tapi AUD/USD belum dapat keluar dari desakan bearish yang berjalan semenjak awal tahun.
Penjualan ritel Australia dilaporan alami penurunan 0.1 % MoM dalam bulan Juli 2019, walau sebenarnya awalnya direncanakan akan naik 0.2 %.
Mengakibatkan, perkembangan kuartalan cuma sampai 0.2 % saja, bukanlah 0.3 % seperti diinginkan oleh beberapa faksi.
Laporan Current Akun yang tunjukkan rekor surplus sampai 5.9 Miliar, dikeluarkan dalam tempo hampir bertepatan.
Namun, efek eskalasi efek perang dagang AS dengan China kurangi kaitan laporan ini dalam outlook ekonomi Australia ke depan.
Ditambah lagi mengingat laporan penjualan ritel sebagai acuan keinginan domestik justru alami penurunan.
Lemahnya keinginan domestik disadari oleh Gubernur RBA, Philip Lowe, dalam pengakuan saat rapat kebijaksanaan hari ini.
Pertumbuhan ekonomi di Australia selama semester pertama tahun ini lebih lemah dibanding harapan awal.
Dengan mengonsumsi rumah tangga didesak oleh periode perkembangan penghasilan rendah serta penurunan harga serta penjualan perumahan yang berkelanjutan.
Selanjutnya, menurut Lowe, Ketidakpastian domestik terus jadi outlook buat mengonsumsi Australia.
Walau kenaikan perkembangan penghasilan disposabel serta stabilisasi pasar hunia diekspektasikan akan memberi dukungan berbelanja customer.
Signal akan lesunya perkembangan ekonomi dalam negeri ini menggerakkan RBA untuk menjaga suku bunga masih pada rekor paling rendah 1 % dalam rapat itu.
Satu ketetapan melegakan buat sejumlah kecil trader yang sudah sempat cemas akan dilakukan pemangkasan suku bunga kejutan bulan ini, tapi tidak merubah prospek pemangkasan suku bunga Australia selanjutnya di mata sebagian besar aktor pasar.
Sekarang, aktor pasar memprediksi RBA akan memotong suku bunga sebesar 25 basis point memasuki bulan Oktober atau November 2019, diikuti dengan 1 kali pemangkasan pada awal tahun 2020 bila trend perkembangan ekonomi masih lemah.
Publikasi laporan GDP Australia esok bisa menjadi sorotan pasar, sebab perkiraan awal melabeli perkembangan kuartal II/2019 dengan pergerakan paling lamban dalam sepuluh tahun paling akhir.






