Indeks Dolar AS DXY melesat lebih dari 0.3 % ke rata-rata 97.36 pada perdagangan session New York. Launching data penjualan ritel Amerika Serikat yang jelek bukanlah menyebabkan pelemahan Dolar AS, tetapi malah menghidupkan kecemasan pasar.
Investor serta trader juga mengincar aset-aset safe haven, hingga Greenback condong melemah pada mata uang yang lebih aman seperti Yen, tapi kuat cepat versi mata uang yang lebih rawan efek seperti GBP serta AUD.
Data produksi industri serta manufaktur AS yang dikeluarkan ini hari, tunjukkan kenaikan tambah tinggi dari prediksi awal. Tetapi, Biro Sensus AS memberikan laporan jika data penjualan ritel cuma alami kenaikan 0.5 % Month-over-Month pada bulan Mei 2019, bukanlah bertambah 0.7 % sesuai dengan harapan.
Indeks sentimen customer Michigan tergelincir dari 100.0 jadi 97.9. Walau sebenarnya dalam pengamatan data ini, score 100.0 adalah ujung yang memisahkan di antara keadaan customer yang sebagian besar merasakan optimis score diatas 100 serta pesimistis score dibawah 100.0.
Data-data AS itu, dan laporan produksi industri China yang sangat menyedihkan pada session Asia, memantik kecemasan aktor pasar.
Imbas perang dagang AS-China kelihatannya makin riil menggerogoti keadaan ekonomi ke-2 negara. Pergerakan produksi industri China cuma 5.0 % pada bulan Mei, rekor perkembangan paling lambannya semenjak tahun 2002.
Selain itu, China malah mengeluarkan tembakan barunya untuk menyikapi serangan AS dalam bagian perdagangan. Barusan sore, Beijing meningkatkan biaya import buat beberapa type pipa baja dari AS serta Uni Eropa dengan melipatgandakannya sampai 10 kali lipat.
Di Amerika Serikat, satu surat yang di tandatangani oleh beberapa ratus perusahaan terpenting AS, diantar pada Presiden Donald Trump.
Perusahaan-perusahaan seperti Walmart serta Sasaran meminta supaya Trump tidak mewujudkan gagasannya untuk meningkatkan biaya pada semua import China, sebab hal tersebut dapat berefek jelek buat beberapa pelaku bisnis serta petani AS. Belum didapati bagaimana respon Trump tentang permintaan itu.
Menyikapi bermacam perubahan perang dagang terbaru, indeks Dolar AS malah kuat sebab mata uangnya dipandang seperti satu diantara asset safe haven.
Tetapi, beberapa faksi kahwatir jika rapat kebijaksanaan bank sentra AS Federal Open Market Commitee/FOMC yang akan diadakan minggu kedepan akan menjegal reli Greenback, sebab Fed direncanakan akan melemparkan komentar dovish ditengah-tengah jeleknya data-data ekonomi AS.






