NZD turun hampir 0.5 % ke rata-rata 0.6535 pada Dolar AS dalam perdagangan, sesudah publikasi data Purchasing Managers’ Index PMI untuk bidang manufaktur New Zealand yang meleset begitu jauh dari perkiraan awal.
Data itu menggerakkan aktor pasar untuk tingkatkan harapan pemangkasan suku bunga oleh bank sentra New Zealand Reserve Bank of New Zealand/RBNZ.
Barusan pagi, PMI untuk bidang manufaktur New Zealand diadukan cuma sampai score 50.2 untuk bulan Mei, walau sebenarnya sudah sempat menempati pada posisi 53.0 pada periode awalnya.
Data ini sebetulnya terhitung laporan ekonomi minor, tapi sukses mencengangkan pasar sebab skor-nya begitu dekat sama ujung 50.0 sebagai pemisah di antara keadaan ekonomi yang berekspansi serta terkontraksi.
Penurunan score PMI ini memberikan indikasi jika industri di negeri Kiwi telah hampir alami kemerosotan. Catherine Beard dari instansi BusinessNZ menjelaskan, Produksi ada pada nilai terendahnya semenjak April 2012, sedang sub-indeks penting yang lain, pesanan baru kesusahan bertahan pada teritori negatif.
Lee Hardman, seseorang analis mata uang di MUFG, memandang data ini sudah memperkuat harapan buat pemangkasan suku bunga RBNZ yang sudah memberatkan Kiwi ditengah-tengah keadaan trading yang condong minim ketertarikan efek juga.
Data PMI sudah tingkatkan efek pemangkasan suku bunga RBNZ dalam rapat mereka tanggal 26 Juni, walau hal tersebut lebih mungkin dikerjakan pada Agustus.
Hal seirama dikatakan oleh Danielle Been dari ANZ. Tuturnya, Ketangguhan NZD mulai retak.
Walau suara kebijaksanaan RBNZ yang lebih imbang dapat menyiapkan suport sesaat, seperti yang berlangsung pada AUD, tapi dikit data domestik yang menjustifikasi penguatannya.
Dengan keadaan global yang melawan dalam periode menengah, kami anggap keadaannya cukup beralasan buat NZD untuk jatuh ke bawah nilai fair-nya pada tahun 2019.
Seperti didapati, New Zealand terhitung satu diantara negara yang rawan terdampak perselisihan dagang global, sebab tingginya ketergantungannya pada bidang export.
Jalinan dagangnya dengan China membuat ringkih pada imbas susulan bila perlambatan ekonomi Negeri Panda makin lebih buruk.
Sesuai dengan beberapa efek ini, outlook Dolar New Zealand juga makin suram. Peluncuran Lebih Banyak Stimulus Dibutuhkan Untuk Menyokong Ekonomi China.






