Italia, Perancis serta Jerman perekonomiannya juga akan tumbuh semakin cepat di tahun depan dibanding Inggris dikarenakan Inggris tengah hadapi ketidakpastian Brexit, dari keterangan OECD.
OECD atau Organisasi Hubungan kerja Ekonomi serta Pembangunan Eropa menyebutkan kalau perkembangan ekonomi atau PDB Inggris menurun dari 1,6% di tahun ini jadi sekitaran 1% di tahun depan, dimana perkembangan Italia juga akan jadi 1,2% di tahun depan atau bergerak naik 0,4% dari prediksi bulan Juni kemarin.
Sedang Perancis serta Jerman telah ada di jalur kenaikan yang menaklukkan Inggris dengan masing-masing volume pertumbuhannya juga akan jadi 1,6% di 2, 4%, bersamaan dengan membaiknya kesibukan ekonomi di zone euro.
Longgarnya mengkonsumsi serta perkembangan investasi adalah penyebabnya menurunnya PDB di Inggris, tambah OECD. dari keterangan Menteri Keuangan Inggris Phillip Hammond diprediksikan juga akan keluarkan paket kebijakan ekonomi dalam aturan musim gugur tanggal 22 November manfaat menghindar melorotnya kondisi ekonomi dikarenakan sebelumnya memperoleh desakan kuat dari rekannya di pemerintahannya.
Peristiwa ini serupa dengan Trump sebagian minggu lalu saat debt ceiling dibicarakan untuk diperpanjang saat serta besaran pembatasannya. Desakan pada Hammond ini berlangsung dikarenakan pemerintah merencanakan untuk memotong aturan service kesehatan serta untuk menyeimbangi kenaikan gaji untuk sektor tenaga kerja pemerintah.
Hasil laporan data OECD ini hingga juga ke pihak parlemen Inggris hingga anggota parlemen dari badan Konservatif Nicky Morgan begitu kuatir dengan rencana jangka panjang Inggris yang juga akan kalah dari ke-3 negara itu diatas serta di waktu perundingan Brexit belum juga temukan titik jelas. Bahkan juga pemimpin partai Liberal Demokrat, Sir Vince Cable menyerukan kalau Brexit juga akan merubah Inggris juga akan jadi pesakitan di Eropa.
Sedang John McDonnell dari kubu oposisi menekan pemerintah untuk mengubah arah kebijakan ekonominya supaya iklim investasi tidak merosot. Sedangkan OECD sebelumnya menyebutkan kalau Inggris juga akan hadapi gelembung atau bersama bubble pada pasar perumahan hingga juga akan mengancam kestabilan keuangan Inggris terlebih Bank of England juga akan menambah suku bunganya jangka waktu dekat.






