Australia butuh merangkul tehnologi, meningkatkan hubungan dengan ekonomi utama Asia serta dengan sangat berhati-hati dalam mengatur hutang rumah tangga dikarenakan kebijakan moneter global yang kian mengetat, sekian yang di sampaikan Gubernur Reserve Bank of Australia “RBA” Philip Lowe dalam satu pidato yang berjudul ” The Next Chapter “.
Waktu lihat ke belakang untuk 10 tahun terakhir, Lowe menyebutkan kalau bab terakhir sudah berhasil dikarenakan Australia menjaga perkembangan ekonominya waktu berpindah dari ledakan pertambangan.
” Pada waktu yang sama, saat bab ini selesai, kita hadapi beberapa problem, ” kata Lowe. Dia memberikan komentar terhadap tiga tantangan paling utama yang butuh dikerjakan negara benua itu untuk dengan efisien mengelola transisi ke langkah pertumbuhan setelah itu.
Perlambatan terhadap disposable income untuk per kapita, Lowe juga mencatat kalau sepanjang 20 tahun terakhir, Australia memperoleh profit dari produktivitas yang kuat serta harga komoditas yang tinggi.
Semakin melambatnya pertumbuhan upah, Ini jadi topik utama di pasar negara maju serta nampaknya jadi satu diantara argumen paling utama kenapa kebijakan moneter yang begitu akomodatif sudah tidak berhasil diterjemahkan kedalam kenaikan inflasi. ” Sepanjang empat tahun paling akhir, kenaikan rata-rata dari pendapatan /jam sudah jadi yang paling lambat dari sejak pertengahan 1960-an, ” tegas Lowe.
Dia menyebutkan kalau akhir mining boom adalah satu diantara alasannya, tetapi ada aspek struktural, termasuk juga meningkatnya dair jumlah pekerja paruh waktu yang ada di Australia Tingkat utang rumah tangga Australia yang tinggi juga akan menjadi topik yang familiar untuk siapapun yang menyimpan ketertarikan pada ekonomi domestik.
Lowe menyebutkan kalau untuk sekarang ini, orang Australia bisa hidup dengan tingkat utang yang lebih tinggi. Untuk sekarang ini, cuma beberapa kecil peminjam yang tumbang dalam pembayaran utang rumah mereka.
Tetapi ia menerangkan, ” Dikarenakan tingkat utang sudah bertambah relatif pada pendapatan kita, hal itu yang membuta kita juga mempunyai resiko jangka menengah. ”
” Situasi Tingkat utang yang lebih tinggi yang berarti kalau pengeluaran rumah tangga bisa begitu peka pada kenaikan suku bunga, suatu hal yang juga akan diamati dari Reserve Bank, ” tegas Lowe.
Ini berarti Australia mesti dengan hati-hati dalam mengelola eksposurnya pada utang rumah tangga, terlebih bila latar belakang ekonomi yang relatif positif menyebabkan kenaikan pada suku bunga karna bank sentral global yang mulai kurangi likuiditas. Yang akan datang, Lowe tetap yakin dengan prospek untuk masa depan ekonomi Australia.
” Kita mempunyai kerangka kelembagaan serta kebijakan yang kuat, populasi yang trampil, tumbuh serta bermacam dan kekayaan sumber energi mineral pertanian, ” jelas Lowe.
” Kita mempunyai hubungan yang kuat dengan Asia, sisi perkembangan ekonomi global yang paling cepat perkembangannya. Kita juga mempunyai ekonomi fleksibel dengan kekuatan yang diperlihatkan untuk beradaptasi dengan dunia yang selalu beralih, ” tutur ekonom alumni University of New South Wales serta Massachusetts Institute of Technology “MIT” itu.
Untuk memakai keuntungan itu, Lowe menyebutkan kalau Australia butuh berinvestasi dari modal manusia serta fisik serta meneruskan reformasi kebijakan yang lebihefisien.






