Dalam perdagangan hari ini dolar New Zealand menurun pada hari Kamis, sesudah RBNZ mengambil keputusan untuk menjaga volume suku bunga di posisi1.75 %. RBNZ juga memberi tanda kalau mereka tidak merencanakan untuk menambah tingkat suku bunga kurun waktu dekat.
Reuters untuk pasangan NZD/USD menurun 0. 8 % ke angka 0. 6925, level rendah mulai sejak pertengahan Desember kemarin. Sebelumnya pengumuman terkait keputusan RBNZ, pasangan mata uang itu di buka pada kisaran 0.6984.
Disamping itu, Indeks Dolar yang mengukur kemampuan dari Greenback terhadap sejumlah mata uang pesaingnya, bergerak naik sebesar 0. 1 %. Dalam satu pekan ini, Indeks Dolar AS masih tetap diperjualbelikan di level tinggi.
RBNZ tidak merubah tingkat suku bunga dari level rendah serta buka peluang juga akan pemotongan suku bunga sekali lagi, berkenaan dengan semakin rendahnya inflasi di New Zealand. Bahkan dari gubernur RBNZ Adrian Orr menyebutkan juga akan menjaga tingkat suku bunga sekarang ini sesuai sama keperluan untuk beberapa waktu yang akan datang.
Ini adalah peran paling baik yang bisa kami buat untuk sekarang ini, untuk mengoptimalkan lanjutan perkembangan sektor lapangan kerja, dan untuk mengatur inflasi yang masih tetap rendah, tegas gubernur bank sentral yang barusan dilantik ini.
Perkembangan ekonomi serta sektor tenaga kerja New Zealand yang masih kuat mendekati level yang semakin panjang. Tetapi, Inflasi Harga CPI masih tetap dibawah sasaran 2 % kami, terutama karena rendahnya harga makanan serta semakin naiknya harga barang import, dan minimnya dorongan kenaikan upah.
Analis ANZ yang diambil dari pihak Financial Times dalam perdagangan hari ini menilainya kalau pernyataan RBNZ itu bisa digolongkan dovish, bahkan juga lebih dovish dari pada sebeumnya. Perubahan mulai sejak bulan Februari sebenarnya cukup positif untuk CPI paling utama New Zealand keseluruhannya, berkenaan dengan lemahnya kurs Dolar New Zealand serta semakin menungkatnya harga minyak.
Meski kondisi itu RBNZ akan menggunakan laporan inflasi itu sebaik noise saja, karena mereka lebih memperatikan non-tradable inflation.






