Dolar New Zealand NZD berhasil berada di posisi terkuat sebulan pada sesi perdagangan pembuka Senin 22/Oktober, tapi kembali stagnan pada sesi Eropa sampai NZD/USD minus 0.25 % ke posisi 0.6574. Pasangan AUD/NZD ikut naik 0.11 % ke posisi 1.080.
Menurut beberapa analis, penguatan Dolar New Zealand sampai lebih dari 1 % pada minggu lalu adalah rebound yang peluang dipacu oleh tindakan mengambil untung.
Akan tetapi, analis dari bank investasi terpenting lokasi Antipodean, Westpac, mengutarakan jika outlook Dolar New Zealand masih jelek dalam periode menengah, meskipun rebound peluang akan bersambung dalam beberapa minggu ke depan.
Outlook periode pendek untuk NZD/USD kurang kelas, sebab akibat dari data CPI New Zealand yang kuat disertai oleh rebound Dolar AS belakangan ini.
Akan tetapi, karena tempat short yang sangat ekstrim, masih tetap ada kekuatan kenaikan ke arah 0.6725 dalam beberapa minggu ke depan, papar Imre Speizer, ahli taktik dari Westpac yang berbasiskan di Auckland.
Dengan mendasar, Dolar New Zealand dibayang-bayangi oleh tiga permasalahan. Pertama, perang dagang pada Amerika Serikat dengan Tiongkok yang disebut partner dagang dekat New Zealand. Ke-2, mengecewakannya data inflasi serta perkembangan.
Ke-3, buruknya kepercayaan kelompok pelaku bisnis pada pemerintahan baru New Zealand. Walau inflasi New Zealand yang dilaporkan minggu lalu lumayan bagus, tapi trend inflasi masih tetap alami penurunan.
Bahkan juga, pada bulan Juli lalu, Reserve Bank of New Zealand RBNZ mengingatkan jika mereka dapat memotong suku bunga bilamana perekonomian tidak dapat sembuh serta inflasi customer tidak berhasil sampai kembali rata-rata sasaran 1-3 %.
Aktivitas ekonomi New Zealand sudah kokok dengan luas semenjak pertengahan 2018. Akan tetapi, peluang belumlah cukuplah bukti untuk menggeser tempat RBNZ dari bias pelonggaran moneter jadi netral pada rapat kebijaksanaan moneter bulan November.
GDP kuartal III yang akan launching pada Desember serta CPI kuartal IV dapat menggeser bias RBNZ, tapi untuk tahu, kita mesti menanti sampai rapat kebijaksanaan bulan Februari 2019, jelas Speizer.
Sambungnya kembali, Dalam periode menengah, kami masih bearish pada NZD/USD, sebab berdasar pada harapan kami tentang ekonomi AS serta Fed jika USD akan kuat selanjutnya. Serta kami selalu membidik NZD/USD terhadap 0.64 atau lebih rendah kembali di akhir tahun.






