Dolar AS melemah pada dolar komoditas serta mata uang Asia dalam perdagangan hari Kamis ini 16/1, sebab sentimen risk-on menggebu-gebu selesai penandatanganan persetujuan dagang babak satu di antara AS serta China pada session New York tempo hari.
Jalinan dagang yang lebih baik di antara ke-2 negara superpower itu dipandang bisa menjadi katalis yang memulihkan perkembangan ekonomi global.
Mengejar pendapat pasar itu, dolar komoditi seperti AUD/USD serta NZD/USD naik lumayan tinggi pada session Asia.
Kurs Rupiah nikmati efek positif bersama dengan mata uang-mata uang negara bertumbuh lain. Nilai tukar USD/IDR melemah sebesar 0.34 % ke posisi Rp13,655, urutan Rupiah terkuat semenjak 1 Februari 2018.
Tempo hari malam, Presiden AS Donald Trump serta Wakil PM China Liu He tanda-tangani persetujuan dagang babak satu di Gedung Putih.
Muatan intinya ialah janji AS untuk memotong biaya import yang dipakai semenjak 1 September 2019 pada USD120 Miliar produk China jadi 7.5 %, sedang China berikrar akan beli produk AS sekitar USD200 Miliar dalam periode dua tahun ke depan.
Meskipun persetujuan dagang AS-China kesempatan ini tidak berisi beberapa rumor penting yang diperkarakan Trump, tapi berisi beberapa langkah pertama yang dipercaya akan buka jalan untuk dibahasnya persetujuan dagang selanjutnya.
Wakil Presiden AS, Mike Pence, serta menjelaskan jika diskusi untuk persetujuan dagang babak dua sudah diawali.
Meskipun begitu, beberapa kebimbangan masih membuntuti langkah aktor pasar. Beberapa analis memandang persetujuan dagang selanjutnya semakin lebih susah terwujud.
Ray Attrill dari National Australia Bank menjelaskan, Jika Anda menduga kondisi perdagangan tidak akan jadi beban yang semakin besar dibanding beberapa waktu paling akhir, karenanya ialah interpretasi optimis pada outlook saat ini,
Sean Callow dari Westpac memiliki pendapat seirama, Ada perasaan, pasar telah lumayan lama memperdagangkan getaran positif dari persetujuan dagang, serta akan susah sekali untuk lihat kenaikan dari sini.
Jika ada langkah ke arah perdagangan yang lebih bebas serta biaya yang lebih rendah, karena itu jelas sekali cara barusan tidak akan terjadi dalam tempo dekat.






