
Nasdaq (National Association of Securitie Dealers Automated Quotations) merupakan bursa elektronik yang terkenal paling tua di dunia dengan pada umumnya akan memperdagangkan saham dari perusahaan-perusahaan teknologi besar. Dimana perusahaan yang dimaksud diantaranya adalah Apple, Microsoft, Amazon, Facebook sampai Google. Ini jelas akan selalu menjadi patokan utama bagi semua investor ketika terjun dalam dunia Forex.
Dan kabarnya Nasdaq pada akhir-akhir ini berpeluang menuju resistansi mencapi 149,780. Sehingga adanya hal ini nanti jelas saja akan sangat mempengaruhi pendapatan para investor. Khususnya yang sudah melakukan penanaman modal pada beberapa perusahaan teknologi besar tadi. Sehingga setiap investor harus bisa mengetahui titik-titik supoort resistance yang dialami Nasdaq akhir-akhir ini.
Memang Nasdaq beberapa hari terakhir mengalami penurunan hingga 279 indeks poin pada perdagangan ke 14.713 tertekan kenaikan imbalan hasil (yield) obligasi AS atau lebih dikenal dengan Treasury. Yield Treasury tenor 10 tahun kemarin tentunya sudah menyentuh angka 4,7% tertinggi dalam jangka waktu 26 tahun terakhir. Semakin tinggi yield Treasury ini, tentunya bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) akan mengalami peningkatan.
Untuk masalah utama yang ditemuni pada sektor perumahan AS dikhawatirkan akan memicu resesi. Dimana ini jelas akan memberikan dampak buruk ke indeks saham. Dengan adanya hal tersebut, Nasdap tepat tadi pagi kembali turun ke 14.732 yang akan berpotensi berlanjut pada sesi Eropa.
Apabila masih ada banyak investor yang penasaran dengan masalah referensi teknikal jika saja nanti ingin mengambil posisi buy pada produk Nasdaq. Berikua adalah referensi tekniknalnya :
- Enytry Price = 14.605 sampai 14.654
- Level Support 1 = 14.550
- Level Support 2 = 14.505
- Level Resistance 1 = 14.725
- Level Resistance 2 = 14.780





