Kurs (nilai tukar) antara rupiah dengan dolar Amerika Serikat kembali ditutup dengan nilai yang dianggap lemah tepat pada Rabu, 4 Oktober 2023. Dimana nilai tukar yang ditutup hari ini menurun mencapai 54 poin ke level Rp.15.634 dari penutupan sebelumnya di Rp.15.580. Tentunya ini menjadi sebuah kabar yang sangat mengecewakan bagi semua investor yang ada di Indonesia. Pasalnya dalam melakukan aktivitas investasi melalui Trading Forex tentu para investor akan memperoleh pendapatan yang kecil.
Nah, adanya kabar buruk ini membuat banyak pengamat profesional mengeluarkan pendapatnya. Salah satunya dari Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan jika saja dolar AS menguat setelah investor mengantisipasi kebijakan moneter retriktif dalam jangka yang lebih lama karena ketahanan ekonomi yang luas. Jadi dari hal ini tentu akan semakin kuat posisi greenback di pasar mata uang global.
Strategi Menghadapi Kenaikan Dolar AS
Sedangkan Gubernur Fed Michelle Bowman mengatakan dia tetap siap mendukung kenaikan suku bungan kebijakan bank sentral khususnya pada pertemuan mendatang. Dengan catatan jika data yang masuk nanti menunjukkan kemajuan inflasi terhenti atau berjalan terlalu lambat. Michael Barr, Wakil Ketua Pengawasan The Fed, mengatakan bank sentral kemungkinan akan perlu mempertahankan kenaikan suku bunga untuk beberapa waktu.
Walaupun inflasi telah menurun secara drastis dari angka tertinggi dalam empat dekade terakhir yakni lebih dari 9% per tahun dibandingkan pada bulan Juni 2022. Kenaikan harga minyak yang tidak terkendali dalam beberapa bulan terakhir sudah memicu kekhawatiran bahwa negara-negara non-penghasil minyak yang merupakan negara dengan populasi terbesar di dunia. Perekonomian akan kembali menghadapi beban yang sangat besar khususnya pada akhir tahun ini.






