Kabar melemahnya harga minyak dunia memang sudah mulai didapatkan oleh kebanyakan investor. Tepatnya pada hari Selasa, 3 Oktober 2023 penurunan harga minyak dunia terjadi dengan hanya menyentuh angka $90.13 per barel untuk minyal Brent. Sementara itu, harga minyak WTI berada pada angka $88.40 per barel atau hanya mengalami penurunan sebesar 0.2% secara harian.
Menurunnya harga minyak dunia tentu terjadi bukan tanpa sebab. Masalah ini disebabkan karena adanya dampak utama dari kenaikan kurs dolar hingga mencapai rekor tertinggi setelah 10 bulan pemerintah AS mampu mencapai kesepakatan untuk mengindari shutdown. Kenaikan dolar sendiri terjadi karena adanya penopangan dari rilisan sejumlah data ekonomi AS yang semakin memperkuat prospek suku bunga The Fed.
Jadi untuk para investor harus tahu, jika saja suku bunga tinggi tentu akan berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi yang akan berimbas pada prospek permintaan minyak. Selain itu, kondisi suku bunga yang tinggi jika saja terjadi dengan jangka waktu lama, maka berpotensi membuat penyimpanan persediaan minyak semakin mahal.
Jika melihat Data Api (American Petroleum Institute) terbaru, tentu untuk pasokan minyak dalam basis mingguan menurun hingga sebesar 4,2 juta barel per 29 September. Sedangkan, menurut laporan resmi dari pemerintah AS yang akan yang akan rilis nanti diproyeksikan berkurang hingga 500,000 barel.
Walaupun tingkat pasokan di Amerika Serikat masih menopang harga minyak, tentu ini akan membuat kondisi si Timur Tengah justru akan sangat berisiko menjadi katalis bearish. Dan belum lama ini Menteri Energi Turki menjelaskan akan memulai kembali opersional pipa minyak dari Irak setelah ditangguhkan selama enam bulan lamanya. Kabar ini tentu saja akan sangat membebani harga minyak dunia, karena potensi pemulihan pasokan dari Irak menuju Turki.



