Kenaikan dari jumlah lowongan pekerjaan tunjukkan perkembangan lapangan kerja yang kuat di Australia, dengan beberapa analis meramalkan juga akan terwujud 250.000 pekerjaan baru di tahun mendatang.
Beberapa pebisnis di negara itu berupaya untuk isi 203.700 tempat pada bulan Agustus, angka yang sesuai dengan musiman, bergerak naik enam persen pada bulan Mei, demikian keterangan Australian Bureau of Statistics.
Lowongan kerja di bidang swasta naik 6,1 % pada bulan Mei, ke 183.700, serta di bidang umum lowongan kerja terus melesat 5,2 % ke 20.000.
Ekonom senior yang ada di Commonwealth Bank Michael Workman menyebutkan kalau jumlah lowongan kerja yang bertambah akan hasilkan kenaikan pekerjaan untuk perbulan pada kisaran 18.000 hingga 22.000 sepanjang sebagian kuartal selanjutnya, serta keseluruhan 250.000 pekerjaan juga akan ditambahkan dalam tahun depan.
” Ini lowongan kerja juga akan menaikkan pertumbuhan lapangan kerja yang sudah kuat dari 325.000 dari untuk pertahunnya hingga bulan Agustus, ” tuturnya.
Workman menyebutkan kalau seharusnya itu semuanya cukup untuk selalu menghimpit tingkat pengangguran, mengingat trend penurunan tingkat partisipasi yang sangat bertahap bersamaan dengan menambahnya umur penduduk.
Dia memprediksi tingkat pengangguran Australia juga akan menjadi kurang lebih 5,4% pada akhir athun 2017, dari tingkat sekarang ini di 5,6%.
Workman juga menyebutkan kalau sementara trend lowongan kerja sudah berubah lebih tinggi sepanjang satu tahun terakhir, lapangan kerja baru tidak terdiri dengan marata di semua negara sisi, wilayah serta sektor.
Menurut dia, lowongan kerja selalu membuat trend naik di bidang pertambangan, karna kenaikan harga komoditas tingkatkan profitabilitas serta sangat mungkin untuk beberapa pengusaha untuk mempekerjakan tenaga kerja yang lebih trampil.
Callam Pickering, keterangan ekonom Asia Pasifik di website pekerjaan Indeed, menyebutkan kalau lowongan pekerjaan sudah menjangkau rekor tertinggi, tetapi masih tetap ada tingkat kelonggaran yang tinggi di sektor pasar tenaga kerja.
“Volume dari lowongan kerja per orang yang menganggur saat ini ada pada level paling rendah sejak lima tahun namun masih tetap ada diatas tingkat sebelum saat krisis, ” tegas Pickering.
” Terdapat beberapa orang yang berasumsi dianya setengah menganggur underemployed yang selalu mencari jam kerja semakin banyak, ” terang Pickering.







