Beranda Analisa Forex Laju Pound dipengaruhi Perlambatan Inflasi

Laju Pound dipengaruhi Perlambatan Inflasi

538
0

Pasangan GBP/USD sudah sempat terguling seputar 0.5 % sampai posisi paling rendah harian pada 1.2439 dalam perdagangan 18/9.

Tempat Sterling sembuh ke posisi 1.2483 pada awal session New York, tapi masih rawan terkoreksi sebab berita-berita negatif dari dalam negeri Inggris serta Uni Eropa.

Data indeks harga customer yang diterbitkan oleh UK Office for National Statistics ONS tunjukkan perlambatan inflasi pada bulan Agustus 2019.

Pergerakan inflasi Inggris cuma tumbuh 0.4 % MoM, atau melambat dari 2.1 % jadi 1.7 % YoY.

Walau sebenarnya, aktor pasar awalnya memprediksi pergerakan inflasi tumbuh 0.5 % MoM, atau cuma melambat sampai 1.8 % YoY.

Laporan itu di kuatirkan memantik diskusi tentang prospek pemotongan suku bunga.

Masalahnya bank sentra Inggris BoE sudah memastikan sasaran inflasi tahunan pada posisi 2 %.

Saat inflasi tidak berhasil sampai sasaran, karena itu bank sentra butuh ambil sikap lebih dovish -hal mana akan condong mendesak nilai ganti Pound.

Pertumbuhan upah yang kuat masih tidak berhasil dialirkan pada harga-harga. Masalah produksi minyak Arab Saudi belakangan ini kelihatannya tidak akan menggerakkan inflasi naik.

Walau kenaikan harga minyak dari USD60 jadi USD65 dipertahankan, itu cuma akan memberikan tambahan 0.1 point untuk inflasi di akhir tahun.

Serta kami menduga output minyak Saudi akan sembuh secara cepat, hingga minyak kembali pada USD60 di akhir tahun, papar Andrew Wishart.

Dia memberikan tambahan, Kondisi ini sangat mungkin MPC BoE mengemukakan suara lebih dovish dalam rapat esok.

Sterling sudah kuat cukup cepat versi Dolar AS semenjak awal bulan Agustus, serta sekarang ada dekat posisi terkuat semenjak akhir Juli.

Tetapi, beberapa animo Sterling di dukung oleh outlook kebijaksanaan BoE yang relatif lebih hawkish dibanding bank sentra AS Federal Reserve. Kondisi dapat beralih bila BoE ikutan dovish.

Selain itu, beberapa petinggi tinggi Uni Eropa mengemukakan testimoni bersuara pesimis tentang brexit pada anggota parlemen Uni Eropa ini hari.

Jean Claude Juncker, menjelaskan keberadaan efek nyata berkaitan No-Deal Brexit.

Sedang negosiator Uni Eropa untuk brexit, Michel Barnier, memperingatkan jika No-Deal Brexit tidak cuma akan berefek jelek buat Inggris, tetapi untuk Uni Eropa.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses