Sterling terjun bebas ke level paling rendah mulai sejak Januari di sesi Asia, Jumat (09/Jun) pagi hari ini. Perhitungan exit-poll tunjukkan hasil mengagetkan, di mana partai PM Theresa May tidak sukses meraih suara mayoritas di parlemen pada Pemilu Inggris 2017.
Hal semacam ini sudah pasti mematahkan beberapa proyeksi yang telah dipasang oleh beberapa pelaku pasar. Pertanyaan tentang perkembangan negosiasi Brexit juga kembali mencuat. Diluar itu, hasil exit-poll yang diluar sangkaan itu buat banyak investor ragu, apakah partai-partai Inggris masih tetap bisa melindungi stabilitas pemerintahan atau tidak.
Poundsterling terhempas keras pada mata uang-mata uang mayor, terlebih pada Dolar AS serta Euro. GBP/USD jeblok nyaris 2 % ke angka 1.269 dari high 1.295. Setali tiga uang pada Euro, EUR/GBP melonjak 1.3 % ke high 0.8824 serta diperdagangkan di angka 0.8748 waktu berita ini ditulis.
Pasar Mulai Lirik Prospek Soft-Brexit
Walau demikian, terdongkraknya dari hasil suara awal resmi untuk Partai Konservatif-nya May, dan beberapa investor yang mengawali pikirkan prospek ” Soft-Brexit ” jika Partai Buruh memimpin koalisi, buat keterpurukan Poundsterling tidak berlanjut. GBP/USD lalu kembalikan nyaris separuh dari kemerosotannya, serta diperdagangkan di angka 1278 waktu berita ini ditulis.
” Kita cuma miliki empat kursi sekarang ini, namun demikian panitia Pemilu menyampaikan kalau Partai Konservatif mulai dapat meminimalisasi kekalahannya pada jatah kursi untuk Partai Buruh, jadi Pound juga memperoleh angin fresh, ” kata Jeremy Cook, Kepala Ekonom World First pada Reuters.
Pandangan sama juga datang dari ekonom sekalian kolumnis ekonomi Mohammed El-Erian. Menurut dia, dengan hasil exit-poll yang tunjukkan kalau Tories (Partai Konservatif) kehilangan kursi, serta fakta kalau pertaruhan May bakal jabatannya terancam tidak berhasil, jadi pasar juga menempatkan harga dengan implementasi outlook yang lebih kompleks.
Sesaat analis forex Lee Hardman dari MUFG untuk kantor London, tunjukkan pandangan yang lebih pasrah. ” Pasar tinggal berdoa saja kalau hasil exit-poll salah, ” kata Hardman. ” Volatilitas mata uang adalah proxy paling baik untuk kecemasan pasar. Bila juga Partai Konservatif selanjutnya terbenam, jadi pasar akan selekasnya mencari sekoci penyelamat. “






