Dolar AS masih tetap menempel pada perolehan tipis pada mata uang mayor di session perdagangan Jumat 09/Jun/2017 siang hari ini. Beberapa investor nampaknya meremehkan testimoni eks Direktur FBI, James Comey, dihadapan Senat yang sudah di gelar malam tadi.
Comey Tidak Menawarkan Ide Baru
Comey mencurigai kalau pemecatan dianya oleh Presiden Donald Trump adalah usaha untuk menggagalkan pemeriksaan pada kemungkinan persekongkolan pada tim berhasil kampanye Trump 2016 dengan Rusia. Tetapi, Comey tidak menyampaikan apakah aksi Trump itu adalah usaha yang melanggar hukum atau tidak.
Walau testimoni Comey termasuk juga jadi satu diantara moment yang paling diantisipasi tahun ini, rupanya sesudah di gelar, pasar finansial terasa tidak memperoleh wawasan baru dari testimoni itu. Hasil testimoni masih tetap belum dapat menunjukkan ada keterlibatan Rusia dalam kampanye Trump. Comey juga tidak dapat menjawab waktu di tanya problem Flynn untuk ikut di panggil jadi saksi.
Berpindah Ke FOMC Minggu Depan
Oleh karenanya, indeks Dolar cuma tunjukkan sedikit pergantian. Indeks Dolar naik 0.25 % ke angka 96. 99 sesudah testimoni Comey. Dolar AS juga mendaki pada Yen dengan USD/JPY yang diperdagangkan di angka 110.200 waktu berita ini ditulis. Pada sesi perdagangan sebelumnya, USD/JPY sempat juga menyentuh high 110.38
Disamping itu, Dolar AS pernah menguat pada Euro yang alami penurunan sesudah ECB memotong perkiraan inflasinya serta menyebutkan kalau mereka belum mendiskusikan gagasan untuk menarik program stimulus masif. EUR/USD diperdagangkan di angka 1.2105, terlihat ada pergerakan sedikit penguatan meninggalkan level low 1.1179.
Menurut Dean Popplewell, Kepala Paka Taktik OANDA, kebijakan moneter ECB kemarin sedikit lebih rendah dari pada ekspektasi pasar. Sedang menurut Koji Fukaya, Presiden Direktur FPG Securities, konsentrasi pasar sekarang ini masih tetap ke hasil pemilu Inggris 2017. Konsentrasi semakin besar di pasar forex sesudahnya akan selekasnya berpindah ke Rapat FOMC minggu depan.






