Indeks Dolar AS DXY condong konstan dalam perdagangan hari Senin 27/Agustus karena mulai membaiknya sentimen pasar, sesudah sudah sempat turun dalam penutupan pasar minggu kemarin karena pidato Ketua The Fed yang dipandang menyedihkan.
Antisipasi pasar sekarang berpindah dalam renegosiasi perdagangan North American Free Trade Agreement NAFTA dalam Amerika Serikat serta Meksiko yang disebut-sebut telah hampir sampai mufakat.
Indeks Dolar AS yang mengukur kemampuan Greenback lawan beberapa mata uang mayor, turun ke rata-rata 95.00 di hari Jumat, karena pidato Ketua Fed.
Di depan peserta simposium di Jackson Hole, Wyoming, Ketua Federal Reserve The Fed Jerome Powell menyatakan kembali prinsip bank sentra untuk selalu meningkatkan suku bunga walau Presiden AS Donald Trump sudah mengkritiknya menjadi kebijakan yang tidak searah dengan kemauannya.
Pengakuan Powell itu kembalikan kepercayaan aktor pasar dalam probabilitas kenaikan suku bunga dalam bulan September serta Desember yang akan datang.
Namun, pidato itu juga menyedihkan buat beberapa aktor pasar yang menginginkan pesan lebih hawkish dari sang ketua Fed.
Beberapa orang di pasar salah langkah karena mereka berfikir Fed akan mengubah pendekatannya dalam kenaikan suku bunga jadi model auto-pilot seperti berlangsung dalam tahun 2004.
Kenyataannya, Powell pilih pendekatan setahap,tutur Ulrich Leuchtmann, pimpinan penelitian pasar serta forex di Commerzbank AG Frankfurt, dalam Reuters.
Waktu penjelasan ini ditulis dalam pertengahan session Eropa hari Senin, Indeks Dolar AS masih tetap ada di rata-rata 95.15, tapi kemerosotannya terlihat berhenti.
Salah satunya aspek lainnya yang berperan dalam gerakan ini ialah berita tentang renegosiasi NAFTA, sesudah Menteri Perekonomian Meksiko menyampaikan jika diskusi “terus mengalami kemajuan”.
Ada penambahan optimisme jika satu persetujuan AS-Meksiko dapat dicapai yang lalu bisa sangat mungkin Kanada untuk masuk kembali dalam diskusi ini dan memajukannya keseluruhannya, papar Kit Juckes, seseorang ahli taktik forex di bank kawakan Prancis, Societe Generale.
Seirama dengan Juckes, Robert Carnell dari raksasa finansial ING juga menilainya jika persetujuan dalam AS serta Meksiko bisa kurangi dikit resiko perang dagang global.






