Poundsterling naik dalam Dolar AS, Euro, serta Yen dalam perdagangan hari Senin ini. Pasangan mata uang GBP/USD naik 0.20 % ke posisi 1.2873, GBP/JPY naik 0.10 % ke 142.97, sedangkan untuk EUR/GBP mengalami -0.11 % ke 0.9039.
Penguatan Pounds di dukung dari pelemahan Dolar AS saat pidato Ketua The Fed minggu kemarin, dan antisipasi pasar mendekati testimoni petinggi bank sentra Inggris Bank of England/BoE besok, Selasa 28 Agustus 2018.
Dalam kalender forex minggu ini, sebetulnya tidak ada momen spesifik yang menonjol serta punya potensi merubah gerakan Poundsterling dengan berarti di dalam masih tetap alotnya perundingan Brexit dengan Uni Eropa.
Akan tetapi, testimoni petinggi BoE di depan parlemen Inggris akan disoroti karena ada peluang menyinggung tentang inflasi serta suku bunga referensi.
Jika ada panduan spesifik tentang peluang pergantian suku bunga Inggris dalam beberapa waktu ke depan, karena itu Sterling dapat mengalami gerakan besar dalam Dolar ataupun Euro.
Sebagian besar analis memprediksi BoE tidak mungkin meningkatkan suku bunga sebelum persetujuan akhir dalam Uni Eropa serta Inggris berkaitan Brexit terwujud seutuhnya.
Namun, aktor pasar wasdalam peluang petinggi BoE memberi panduan berlainan, karena kenaikan suku bunga dapat menarik investasi asing masuk untuk selalu menggerakkan perekonomian yang akhir-akhir ini mulai kocar-kacir.
Tidak hanya moment testimoni itu, lanjutan negosiasi Brexit akan diawasi dari aktor pasar. Sesudah pertemuan dalam 21 Agustus 2018 kemarin, Menteri Masalah Brexit Dominic Raab serta pimpinan negosiator Uni Eropa Michel Barnier menginformasikan jika mereka akan meneruskan negosiasi karena deadline telah semakin dekat.
Media Inggris meramalkan, pertemuan mereka akan dilangsungkan kembali 28 Agustus besok, hingga memiliki komitmen memonitor perubahan atau pengakuan apa pun dari ke-2 tim.
Data-data dari negeri Ratu Elizabeth yang lain yang diskedulkan launching dalam beberapa waktu ke depan diproyeksikan tidak berefek sebesar testimoni petinggi BoE ataupun negosiasi Brexit.
Data-data itu terkait dengan minat berbelanja penduduk, seperti Consumer Kredit serta Nationwide House Price Index, yang cuma berefek mudah di pasar forex.






