Kilang minyak Alaska yang dioperasikan oleh perusahaan ConocoPhilips mengalami kebocoran yang menyebabkan para pekerja dievakuasi dan total sekitar lebih dari 7,2 juta kubik persegi gas alam hilang percuma dan menyusutkan produksi bulan lalu.
Conoco mengatakan akan meletakkan semen pada beberapa tahap untuk mengisolasi formasi geologikal dangkal yang diidentifikasi sebagai sumber gas, lalu akan menutup secara keseluruhan. Pekerja ConocoPhilips sedang bekerja untuk menutup kebocoran yang ada di Kilang Alpine, yang menunjukkan bahwa kebocoran yang ditemukan menyebabkan penurunan dari penghasilan minyak.
Produksi harian Alpine jatuh hingga mencapai 36.851 barel pada 13 Maret dari 51.700 di 1 Maret sebelum penemuan kebocoran.
Disebutkan bahwa tidak ada gas yang terdeteksi diluar struktur sumur, walaupun “pergerakan” gas dalam level rendah telah dilaporkan terjadi di dalam rumah pengeboran.
Minggu lalu Conoco juga mendapatkan ijin untuk melakukan survei seismik pada area yang terdampak, situs pengeboran CD1, yang tertua dari seluruh kilang Alpine yang berada di bagian barat laut. Discovery mengatakan bahwa kebocoran ini mengakibatkan evakuasi temporer bagi sekitar 300 sampai 400 pekerja.
Suplai tak menentu mengakibatkan harga minyak naik
Harga minyak berjangka pada pembukaan perdagangan di hari Selasa naik setelah munculnya kemungkinan untuk sanksi lanjutan terkait kejahatan perang yang dituduhkan pada tentara Rusia menambah kekhawatiran terkait gangguan suplai, sementara pembicaraan nuklir Iran tertahan. Hal tersebut akan mempengaruhi suplai minyak global..
Harga minyak sempat naik lebih dari 3% pada Senin setelah adanya ancaman mengenai sanksi lanjutan untuk Rusia dan setelah berhentinya pembicaraan di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran, yang akan dapat memberikan minyak Iran lebih banyak pada pasar. Pihak Teheran menyalahkan AS atas penghentian pembicaraan.
Mangalore Refinery and Petrochemical yang dikelola India membeli satu juta barel Ural Rusia untuk pemuatan Mei, setelah mereka mendapatkan potongan harga yang amat besar.
Kedua benchmark naik sementara lebih dari dua Dolar setelah Menteri Industri Jepang Koichi Hagiuda mengatakan bahwa International Energy International (IEA) masih memikirkan mengenai rincian untuk perencanaan pelepasan minyak bersama bagian kedua.
Harga minyak brent naik $1,58 atau 1,5% ke $109,11 per barel, sementara West Texas Intermediate sebagai patokan harga minyak dunia lainnya naik $1,61 atau 1,6% ke $104,89 per barel pada 00:28 UTC.






